Tenaga Honorer Ikut Nikmati Manfaat JKN-KIS

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2020 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laduma Da Ilda

Laduma Da Ilda

Maumere-SuaraSikka.com: Manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bisa dirasakan oleh semua kalangan. Tenaga honorer pun ikut menikmati.

Setidaknya itulah yang dialami Laduma Da Ilda, 40 tahun. Warga Bolawolon Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka Propinsi NTT ini merupakan tenaga honorer pada sebuah sekolah di Kabupaten Sikka.

Dia didaftarkan oleh sekolah tempat dia mengajar. Namanya tertera dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Kelas II sejak tahun 2014.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ida, demikian perempuan ini disapa, mengaku bersyukur atas perhatian dari sekolah. Bahkan anggota keluarganya pun ikut terdaftar.

Sejak menjadi peserta JKN-KIS, Ida merasakan benar manfaat program ini ketika pada suatu waktu dia dan anggota keluarganya menderita sakit.

“Semenjak memiliki KIS saya dan keluarga sangat merasakan manfaatnya. Waktu itu saya dan anggota keluarga sempat sakit. Kami mendapatkan pelayanan di Puskesmas Waipare. Semua biaya ditanggung negara melalui JKN-KIS,” ungkap dia.

Baca Juga :  PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Perempuan ini lalu membandingkan masa ketika belum menjadi peserta JKN-KIS. Sebagai tenaga honorer, dia mengaku mengalami kesulitan ketika harus membutuhkan biaya pengobatan pada fasilitas kesehatan.

Penghasilannya yang minim, aku dia, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk kesehatan, yang biayanya cukup tinggi, selalu menjadi kendala tersendiri.

“Sebelum ada program JKN-KIS, saya merasa berat untuk berobat ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Apalagi biaya kesehatan semakin mahal saja. Penghasilan saya hanya cukup untuk hidupi keluarga saja. Tapi setelah ada program ini, menjadi harapan bagi saya untuk bisa dapatkan pelayanan kesehatan tanpa kuatir masalah biaya,” ungkap dia.

Baca Juga :  Hari Ini Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Maumere, Bersama Sejumlah Mahasiswa UI

Kini, dia dan anggota keluarga bisa kapan saja berobat, yang penting memenuhi prosedural. Dia mengaku sangat terbantu dengan hadirnya program ini.

“JKN-KIS sangat membantu sekali. Iuran yang saya bayar, tidak sebanding dengan biaya pengobatan yang pernah saya dapatkan. Iuran kecil, tapi biaya pelayanan kesehatan sangat besar,” ujarnya mantap.

Ida menilai prinsip gotong-royong pada program ini, sangat sesuai dengan karakter kebangsaan. Baginya, prinsip gotong-royong ini sangat tepat dan merakyat.

“Prinsip ini sangat tepat, yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang susah. Dan saya sudah mengalaminya,” ujarnya bangga.

Ida berharap program ini terus dilanjutkan secara berkesinambungan demi membantu masyarakat Indonesia yang mengalami berbagai kesulitan dan keterbatasan finansial.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA