Maumere-SuaraSikka.com: Seperinus Sepe, 61 tahun, pantas bersyukur. Bagaimana tidak, pengobatan jantungnya dibiayai penuh oleh program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Warga Kabupaten Sikka ini mengaku JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan telah membuka akses seluas-luasnya untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus kuatir masalah biaya yang timbul akibat pengobatan tersebut.
Sepe — demikian panggilannya — telah merasakan manfaat kehadiran JKN-KIS. Manfaat itu dia rasakan saat dirinya menjalani rawat inap di ruang ICU RSUD TC Hillers Maumere selama 14 hari. Pria renta ini mengalami sakit jantung dan sesak napas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia pun menuturkan kisahnya. Awalnya, sepulang dari bekerja sekitar pukul 16.30 Wita, dia merasakan sakit di kepala. Mendadak dia jatuh di depan pintu. Para tetangga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung mengantarnya ke UGD RSUD TC Hillers Maumere.
Dari pemeriksaan dokter, diketahui Sepe mengalami sakit jantung dan sesak napas. Dokter lalu mengarahkannya untuk dirawat di Ruang ICU untuk mendapatkan tindakan medis selanjutnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Ruang ICU, kondisi Sepe cukup kritis pada bagian jantung. Akibatnya harus butuh penanganan dan konsultasi rutin dengan dokter.
Setelah 2 hari berada di Ruang ICU, terlihat ada perubahan membaik. Dia sudah tidak lagi merasakan nyeri dan sesak napas. Dari hari ke hari, kesehatannya kembali berangsur normal.
Sepe terhentak kaget ketika mengetahui seluruh biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui program JKN-KIS. Dia baru sadar, sebagai peserta JKN-KIS, dia mendapatkan jaminan dan perlindungan kesehatan dari negara.
“Puji Tuhan, saya merasa bersyukur sekali telah menjadi peserta JKN-KIS. Ternyata manfaatnya sangat besar karena membantu dari sisi biaya. Kalau tidak ada program ini tentu saya harus keluarkan banyak uang,” ujarnya bersyukur.
Tidak henti-hentinya Sepe menyampaikan terima kasih kepada para petugas kesehatan dan dokter yang telah menanganinya dengan profesional.
Sepe pun berharap program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tetap hadir untuk masyarakat Indonesia. Alasannya karena sangat membantu masyarakat terutama dari sisi biaya pengobatan.*** (eny)















