Diduga Ada Ijon, Proyek Puskesmas Waigete dan Bola Masuk Kejaksaan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 24 November 2020 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 103 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Banggar Fransiskus Stephanus Say

Anggota Banggar Fransiskus Stephanus Say

Maumere-SuaraSikka.com: Proyek pembangunan Puskesmas Waigete dan Puskesmas Bola sudah selesai dilaksanakan. Namun diduga ada ijon di balik dua proyek bernilai miliaran rupiah ini. Kini masalahnya sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Maumere.

Dugaan ijon proyek ini terungkap dalam rapat anggaran antara Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD, Selasa (24/11).

Anggota Banggar dari Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say yang mengungkapkan dugaan ijon ini saat rapat anggaran bersama Dinas Kesehatan Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan dari informasi simpang siur yang dia dengar, terdapat ijon proyek pada Puskesmas Waigete dan Puskesmas Bola.

Diduga Ada Ijon, Proyek Puskesmas Waigete dan Bola Masuk Kejaksaan
Puskesmas Bola (foto: istimewa)

“Dugaannya ada sistem ijon pada 2 proyek puskesmas ini. Nominalnya disebutkan, diterima di mana, baku bagi di mana, ada kuitansi lagi,” ungkap Ketua Fraksi Partai Gerindra ini.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Stephanus Say mengatakan informasi simpang-siur tersebut sangat menarik untuk dicari tahu kebenarannya. Dia mengaku akan menelusuri persoalan ini hingga menemukan data dan bukti yang valid.

“Ini menarik, dan saya akan telusuri. Kalau dapat data yang valid, saya akan maju terus. Tidak susahlah ke Jakarta,” ujar dia.

Belum tahu apa maksud dia dengan pernyataan tidak susah ke Jakarta. Diduga Steph Say berencana melaporkan kasus ijon proyek ini ke KPK.

Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus membenarkan bahwa Pelaksanaan Proyek Pembangunan Puskesmas Bola sementara ini sedang didalami pihak kejaksaan.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Paul Prasetya juga membenarkan jaksa sedang mendalami Proyek Puskesmas Bola.

Baca Juga :  Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

“Jaksa sudah minta saya untuk siapkan dokumen-dokumen proyek ini,” jelas Paul Prasetya.

Sebelumnya, Koordinator TPDI Petrus Selestinus pernah menyentil soal dugaan ijonisasi proyek yang bernilai miliaran rupiah.

Diduga Ada Ijon, Proyek Puskesmas Waigete dan Bola Masuk Kejaksaan
Bupati Sikka mengancam menendang pengawas proyek Puskesmas Waigete (foto: istimewa)

Sebagaimana diketahui, Puskesmas Bola dikerjakan CV Cipta Konstruksi Indah dengan anggaran Rp 3.969.114.271,01. Terakhir, proyek ini menyimpan masalah karena kontraktor pelaksana belum mbayar upah sejumlah tukang dan buruh sebesar kurang lebih Rp 500 juta.

Sedangkan Puskesmas Waigete dikerjakan CV Hesty Indah dengan anggaran Rp 4.122.619.243,24. Pembangunan proyek ini sempat heboh ketika Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sempat mengancam menendang pengawas proyek.*** (eny)

Berita Terkait

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA