Batal Aksi Jilid Dua, PMKRI Alasan Bertemu Uskup Maumere

0
296
Batal Aksi Jilid Dua, PMKRI Alasan Bertemu Uskup Maumere
PMKRI Maumere bertemu Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira di Istana Keuskupan, Jumat (7/9)
Maumere-SuaraSikka.com: Rencana Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas Morus Cabang Maumere untuk menggelar aksi damai jilid dua, Jumat (7/9), terkait dana pengamanan pemilihan kepala daerah, akhirnya dibatalkan. Aktifis mahasiswa itu beralasan menunda aksi damai, karena pada saat yang sama harus bertemu Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere Alvin Aha menjelaskan awalnya PMKRI Maumere menjadwalkan aksi damai jilid dua pada Jumat (7/9). Namun dalam persiapan aksi lanjutan, PMKRI Maumere menilai masih ada banyak hal yang harus didiskusikan dengan beberapa pihak yang menjadi landasan pergerakan PMKRI Maumere.
“Oleh karena itu hari ini kami membatalkan aksi damai jilid dua. Hari ini kami jadwalkan bertemu Uskup Maumere. Kapan aksi lanjutan, nanti akan kami sampaikan,” jelas Alvin Aha.
Pertemuan dengan Uskup Maumere berlangsung di Istana Keuskupan, difasilitasi oleh Moderator PMKRI Maumere Romo Laurens Bate. Pertemuan tersebut lebih banyak membicarakan pergerakan PMKRI Maumere di bawah 3 benang merah yang menjadi spirit mereka.
Dalam diskusi yang berlangsung santai selama kurang lebih 2 jam, Uskup Maumere banyak memberikan masukan dan motivasi. Uskup Maumere mengingatkan PMKRI Maumere sebagai gerakan kaum muda harus membawa teladan gerakan Kristus bagi nusa dan bangsa.
“Bapa Uskup sampaikan bahwa sebagai manusia yang berintelek harus lebih menganalisa terkait persoalan yang diangkat ke publik. Kaum intelek harus bicara berbasiskan data,” demikian Alvin Aha menjelaskan kepada media ini.
Sebelumnya diberitakan PMKRI Maumere bakal turun ke jalan lagi. Mereka masih mengusung isu yang sama terkait dana pengamanan pemilihan kepala daerah. Aksi damai jilid 2 ini direncanakan berlangsung Jumad (7/9) mendatang.

Berita Terkait:


Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere Alvin Aha mengatakan dari aksi damai pekan lalu pihaknya sudah melakukan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan PMKRI Maumere belum mendapatkan keterangan yang memuaskan terkait dana pengamanan pemilihan kepala daerah.
“Waktu audiens dengan PMKRI Maumere, Kapolres Sikka tidak begitu jelas memberikan klarifikasi. Karena itu kami memandang perlu untuk melakukan aksi damai jilid dua, untuk meminta Kapolres Sikka memberikan klarifikasi berbasis kinerja,” ujar mahasiswa Unipa Maumere ini, Selasa (4/9) di Maumere.
Pada aksi damai pekan lalu, PMKRI Maumere menyebutkan dana pengamanan pemilihan kepala daerah yang diterima Polres Sikka sebesar Rp 5.895.012.000. Dari hasil investigasi yang dilakukan, PMKRI Maumere mengungkap dana yang terserap pada 426 personil hanya sebesar Rp 853 juta. Mereka menduga Kapolres Sikka telah melakukan korupsi dana pengamanan pemilihan kepala daerah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini