ETMC Simbol Peradaban Kemanusiaan

    0
    93
    ETMC Simbol Peradaban Kemanusiaan
    Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengangkat Piala Bergilir ETMC pada acara pembukaan di Lapangan Umum Betun, Jumat (5/7)
    Maumere-SuaraSikka.com: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat membuka dengan resmi Kompetisi Liga 3 Eltari Memorial Cup (ETMC) 2019, Jumat (5/7), di Lapangan Umum Betun Kabupaten Malaka. Dia menyebut ETMC sebagai simbol peradaban kemanusiaan.
    “Kita harus bangga, karena ini di sini kita menemukan kualitas peradaban. Malaka telah menjadi tuan rumah yang luar biasa,” sambut Viktor Laiskodat di depan kurang lebih 700 duta-duta sepak bola NTT dan ribuan masyarakat Malaka yang memadati lokasi di sekitar lapangan pertandingan.
    Viktor Laiskodat mengatakan Liga 3 ETMC 2019 bukan sekedar kegiatan olah raga, tetapi juga menumbuhkan kebudayaan, mengembangkan ekonomi, dan meningkatkan komunikasi antara pimpinan daerah.
    “Di sini, kita bisa izin share tentang keadaan ekonomi dan pembangunan di Malaka, serta sinergisitas NTT,” ungkap politisi Partai Nasdem itu.
    Malaka sebagai tuan rumah berhasil menghimpun sejumlah kepala daerah di NTT. Hadir dalam acara pembukaan seperti Bupati Lembata, Wakil Bupati Flotim, Bupati Sikka, Pelaksana Tugas Bupati Ende, Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Barat, Walikota Kupang, Bupati Rote Ndao, Bupati TTS, dan Bupati TTU.
    ETMC Simbol Peradaban Kemanusiaan
    Gubernur NTT memukul gong pertanda dimulainya Kompetisi Liga 3 ETMC 2019
    Viktor Laiskodat mengatakan simbol peradaban kemanusiaan mestinya juga dilakukan pada setiap iven olah raga apa saja. Kualitas peradaban kemanusiaan di NTT harus dipertahankan untuk menjaga kehormatan dan kebanggaan pada semua aspek pembangunan di NTT.
    Kepada para pemain sepak bola, dia menegaskan untuk juga menampilkan kualitas peradaban kemanusiaan. Para pemain diingatkan untuk menjaga sportifitas, dengan mengakui kekurangan dan kelemahan, dan menghormati kelebihan pemain dan tim lain.
    “Jangan hanya mau menang saja, kalau kalah ribut. Yang ribut tidak diikutkan lagi pada iven selanjutnya. Karena peradaban yang baik dan layak harus memenuhi kontestasi peradaban moderen,” ujar dia.
    Pada momen acara pembukaan, juara bertahan Perse Ende menyerahkan Piala Bergilir ETMC untuk diperebutkan. Piala berlapis emas itu dibawa oleh Lori Gadidjou, diiringi tarian konfigurasi sejumlah penari yang didatangkan langsung dari Kabupaten Ende.
    Lori Gadidjou menyerahkan piala kepada Pelaksana Tugas Bupati Ende Ahmad Djafar. Kemudian dengan penuh haru dia menyerahkan piala kepada Gubernur NTT. Piala ini diserahkan kepada Sekda Malaka donatus Bere selaku Ketua Umum Panitia Panitia Penyelenggara Liga 3 ETMC 2019 untuk diperebutkan 21 peserta kompetisi.
    Seremoni pembukaan ditutup dengan pemukulan gong oleh Gubernur NTT didampingi Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi, Pelaksana Tugas Bupati Ende Ahmad Djafar, Ketua Asprop NTT Frans Lebu Raya, dn Bupati Malaka Stefanus Bria Seran.
    Pertandingan perdana pada pembukaan Liga 3 ETMC 2019 dimulai pukul 21.00 Wita mempertemukan kesebelasan tuan rumah Persemal Malaka dan PSK Kupang. Partai perdana ini dimenangkan Persemal Malaka dengan skor 2-0 (1-0).*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini