Sampah Membusuk di Pasar Alok, Siapa Peduli?

    0
    90
    Sampah Membusuk di Pasar Alok, Siapa Peduli?
    Tumpukan sampah yang sudah membusuk di Pasar Alok, Minggu (22/12)
    Maumere-SuaraSikka.com: Bau busuk menyengat di Pasar Alok, Minggu (22/12). Sumbernya berasal dari tumpukan sampah yang sudah menggunung. Siapa yang peduli dengan kondisi ini, sepertinya tidak jelas.
    Pantauan media ini, “gunungan” sampah itu terletak persis di bagian utara lapak penjualan ikan. Tumpukannya sudah menggunung, dan “memakan” tempat yang cukup luas. Kondisinya tidak beraturan.
    Di sekitar tempat itu ada 2 tempat sampah yang disiapkan. Satu bangunan permanen berukuran kecil. Ada juga 1 unit kontener sampah. Namun sarana-sarana ini tidak mampu menampung sampah-sampah pasar tradisional terluas di Propinsi NTT itu.
    Diperkirakan sampah yang menggunung ini sudah dibiarkan cukup lama. Seorang pedagang sayur yang berjualan di sebelah bawah tumpukan sampah, menyebut sudah lebih dari 4 bulan.
    “Tiap hari orang buang saja sampah di tempat ini, akibatnya berserakan begitu saja. Jarang sekali petugas datang angkut untuk buang ke tempat lain,” tutur pria yang enggan sebutkan namanya.
    Tumpukan sampah di Pasar Alok, tidak di lokasi itu saja. Masih ada beberapa titik lain yang dijadikan tempat sampah. Namun kondisinya tidak separah di bagian utara lapak penjualan ikan.
    Sampah dan kebersihan kota masih menjadi momok di tengah masyarakat. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di awal kepemimpinannya berjanji membereskan sampah dalam waktu 3 bulan.
    Beberapa hari setelah dilantik, dia wujudkan tekad itu dengan mendatangi Pasar Alok. Ditemani Lukman yang waktu itu menjabat Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan, keduanya berjalan kaki keliling memantau keadaan Pasar Alok.
    Dalam kurun waktu 3 bulan seperti yang dijanjikan, ternyata Bupati Sikka tidak mampu menyelesaikan sampah. Jangankan masalah sampah di Kota Maumere, untuk lingkup Pasar Alok saja, justeru bukan dibereskan, malah semakin tidak terkontrol.
    Fraksi Partai Nasdem melalui sikap politiknya pernah menghentak kesadaran Bupati Sikka. Melalui pemandangan umum, Senin (25/11), Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva mempertanyakan penanganan sampah dan kebersihan kota.
    “Fraksi memberi apresiasi kepada Saudara Bupati tentang komitmennya terhadap kebersihan kota. Namun semangat Saudara Bupati di awal pemerintahan dalam rangka menangani sampah dan kebersihan kota, hanya tinggal cerita, karena tidak ada tindak lanjut yang berkesinambungan sampai dengan saat ini,” kritik Fraksi Partai Nasdem.
    Menanggapi itu, Bupati Sikka menjelaskan terkait sampah dan kebersihan Kota Maumere, pemerintah sungguh menyadari bahwa bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Menurut dia, butuh komitmen dan juga energi yang tinggi agar sampah dan kebersihan Kota Maumere dapat diurus dan diselesaikan dengan baik.
    “Terkait sampah dan kebersihan kota tidak hanya upaya fisik yang dilakukan, tetapi juga bagaimana kita bersama membentuk mindset atau cara berpikir dan kultur atau cara berbudaya untuk hidup bersih dan sehat sehingga sampah dapat dikelola oleh semua pihak mulai dari anak usia dini hingga orang dewasa,” jawab Bupati Sikka.
    Dia menambahkan, secara jujur, masih banyak sampah yang belum bisa tertangani. Kondisi ini harus dibenahi demi menunjukkan jati diri sebagai warga masyarakat dan juga warga Kota Maumere yang sadar akan kebersihan dan hidup sehat.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini