DPRD Sikka Soroti Penutupan Badan Jalan di Kota Maumere

    0
    47
    DPRD Sikka Soroti Penutupan Badan Jalan di Kota Maumere
    Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva (paling belakang sebelah kanan)
    Maumere-SuaraSikka.com: Sudah bukan barang baru lagi, terjadi penutupan badan jalan di Kota Maumere. Biasanya karena alasan kedukaan atau acara pesta. DPRD Sikka pun menyoroti kebiasaan ini.
    Persoalan ini diangkat Petrus da Silva, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kapolres Sikka, Jumat (24/1). Dia menilai penutupan badan jalan cukup mengganggu kelancaran arus lalulintas.
    “Saya kurang tahu apakah ini kewenangan Lurah, Camat, Dinas Perhubungan, atau Polres. Tapi ini sangat mengganggu sekali,” kritik Petrus da Silva.
    Pensiunan pegawai negeri sipil ini memberikan contoh penutupan badan jalan di ruas jalan samping Kantor PLN Maumere hingga Istana Keuskupan. Kondisi ini mengganggu kelancaran mobilitas kendaraan menuju RSUD TC Hillers. Apalagi jika ada ambulans mengangkut pasien rujukan yang membutuhkan pelayanan segera.
    Dia juga mencontohkan penutupan badan jalan di samping Gelora Samador da Cunha Maumere, atau persisnya sepanjang Jalan Anggrek. Ruas jalan ini mobilitas kendaraan sangat tinggi, selain karena merupakan pusat pertokoan, juga akses menuju pelbagai fasilitas publik seperti Pasar Alok, Puskesmas Kota, Polsek Alok, Kantor BRI Unit Pahlawan, dan kantor-kantor pemerintahan.
    DPRD Sikka Soroti Penutupan Badan Jalan di Kota Maumere
    Kapolres Sikka menghadiri rapat dengar pendapat di ruang paripurna DPRD Sikka, Jumat (24/1)
    Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang menjelaskan penutupan bahu jalan untuk kedukaan dan pesta, sifatnya adalah kebijakan untuk 1-2 hari. Itu pun, katanya, jika ada permohonan izin.
    “Sampai sekarang belum ada komplain resmi dari masyarakat. Justeru kami senang kalau ada komplain. Kalau tidak diperbolehkan, kami mohon dukungan Dewan yang terhormat,” jelas Rickson Situmorang.
    Penutupan badan jalan untuk kegiatan kedukaan dan acara pesta, sering dikeluhkan masyarakat. Namun lebih banyak keluhan disampaikan melalui media-media sosial.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini