Maumere-SuaraSikka.com: Gara-gara menggelar syukuran adat, sebanyak 88 warga Dusun Baokremot di Desa Wailamung Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka terpaksa menjalani rapid test.
Syukuran adat dilakukan pada akhir Maret 2020 lalu, menyambut 2 warga dusun eks penumpang KM Lambelu yang menyelesaikan masa karantina di lokasi karantina terpusat di SCC.
Dalam perkembangan, 2 warga dusun itu dijemput kembali Satgas Covid Sikka pada Minggu (3/5). Pasalnya dua orang tersebut dinyatakan reaktif rapid test ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Kamis (14/5), Satgas Covid NTT mengumumkan 8 orang positip corona, di mana 2 di antaranya adalah warga Baokremot. Satgas Covid Sikka langsung gerak cepat melakukan penelusuran rekam jejak.
Dari penelusuran rekam jejak terhadap 2 warga Baokremot ini, ternyata ditemukan 88 warga di dusun itu yang sudah berkontak langsung
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus menjelaskan dicurigai kontak erat terjadi pada saat syukuran adat.
Kemungkinan terbesar sumbernya berasal dari gelas yang dipakai secara bersama-sama untuk menenggak minuman alkohol daerah setempat yang biasa disebut dengan moke.
“Melonjak sekitar 88 kontak erat. Karena yang kita pulangkan ke rumah, di sana diterima secara adat, lalu minum moke dengan 1 gelas bersama. Ini yang jadi soal,” jelas Petrus Herlemus.
Dua warga Baokremot yang dipastikan positip corona, sejak Kamis (14/5) malam sudah dievakuasi ke ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)















