Tiga Tahun Rutin Berobat, Penderita Stroke Apresiasi JKN-KIS

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2020 - 08:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 7 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petronela Pure

Petronela Pure

Maumere-SuaraSikka.com: Petronela Pure, 55 tahun, sudah 3 tahun ini rutin berobat akibat penyakit stroke yang dideritanya. Dia memberikan apresiasi atas program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat dan pelayanan yang dia terima selama itu.

Perempuan ini punya alasan tersendiri untuk memberikan apresiasi. Bagaimana tidak, selama 3 tahun itu dia tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Saya stroke sudah 3 tahun, dan selama ini rutin kontrol dan berobat. Tapi saya tidak pernah keluarkan biaya. Semuanya ditanggung JKN-KIS,” ungkap dia baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petronela Pure yang akrab disapa Eti, terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Kelas I.

Baca Juga :  Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Mulanya Guru TK Panti Rini kuatir ketika mendapat serangan stroke. Dia membayangkan biaya pengobatan yang besar.

“Penyakit stroke kan proses penybuhannya lama. Dan tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Apalah artinya saya yang hanya seorang Guru TK,” ujar dia.

Saat pertama melakukan kontrol ke RSUD TC Hillers Maumere, Eti mulai dililit rasa takut. Dia begitu ingin mendapatkan kesembuhan, tapi dia juga wanti-wanti dengan tingginya biaya pengobatan.

Rupanya kekuatiran perempuan ini tidak beralasan. Ternyata program JKN-KIS hadir memberikan solusi yang tepat, dengan membiayai semua biaya pengobatan.

“Saya baru sadar, ternyata menjadi peserta JKN-KIS itu membawa manfaat yang besar sekali. Inilah jawabannya, kenapa kita harus rutin membayar iuran,” ungkap dia.

Baca Juga :  Gempa Guncang Sikka, Belanja Tidak Terduga Naik Drastis

Setiap kali strokenya kambuh, Eti harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Dia mendapatkan pelayanan yang baik, tidak jauh berbeda dengan pasien umum lainnya.

Eti berharap program JKN-KIS terus ada di Indonesia karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Sulit membayangkan kalau tidak ada JKN-KIS. Karena itu program ini harus dipertahankan,” ungkapnya bersemangat.

Dia menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat langsung pada program ini, khususnya kepada BPJS Kesehatan selaku lembaga penyelenggara.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA