Maumere-SuaraSikka.com: Dua terminal angkutan penumpang di Kota Maumere Kabupaten Sikka tidak terurus secara baik. Dinas Perhubungan Sikka dituding tidak punya gigi.
Kekecewaan ini disampaikan Simon Tapo, seorang pengusaha angkutan kota di Maumere, Sabtu (8/8). Dia menyampaikan ini langsung kepada Sekretaris Dishub Sikka Verdinando Lepe.
Simon Tapo mengritisi kinerja kerja aparatur Dishub Sikka, di mana menurut dia tidak serius mengurus dua terminal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengaku kecewa karena tidak ada pengawasan dan penertiban angkutan kota pada terminal. Dalam beberapa bulan terakhir ini dia mengamati tidak ada petugas Dishub Sikka di terminal-terminal.
“(Staf) Perhubungan itu harus 1×24 jam kerja di lapangan. Bukan hanya duduk di kantor saja. Sepertinya dinas ini tidak punya gigi urus terminal,” kritik Simon Tapo pada Muscab V Organda Sikka di Hotel Wailiti.
Sekretaris Dishub Sikka Verdinando Lepe tampak tenang menghadapi kritikan terhadap kinerja kerja dinas tersebut.
Dia mengakui bahwa selama 4 bulan terakhir ini kegiatan pengawasan di terminal dikurangi. Alasannya karena masa pandemi virus corona, Dishub Sikka konsentrasi dalam kerja Tim Satgas Covid Sikka.
“Memang 4 bulan ini kegiatan di terminal dikurangi. Kami fokus di daerah perbatasan kabupaten, mengawasi pergerakan manusia dan barang,” jawab dia.
Verdinando Lepe mengatakan sebenarnya kepatuhan terhadap fungsi terminal, bukan karena ada petugas yang mengawasi. Para sopr angkutan kota maupun calon penumpang, hemat dia, harus punya kesadaran memfungsikan terminal.
“Kewajiban masuk terminal tidak perlu disuruh. Kan lucu kalau setiap hari kami harus arahkan orang dan mobil masuk ke terminal,” ujar dia.
Verdinando Lepe menambahkan Dishub menerima dengan terbuka semua masukan dan kritikan. Hal itu, kata dia, sangat bermanfaat untuk peningkatan kinerja demi jasa pelayanan kepada masyarakat.*** (eny)















