Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka membantah telah mengarahkan pelaku perjalanan eks penumpang KM Lambelu dikarantina secara terpusat.
Bantahan ini disampaikan melalui rilis Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sikka Veri Awales Sukur. Rilis bantahan diterima media ini pada Kamis (20/8) pukul 20.58 Wita.
Veri Awales menjelaskan Bupati Sikka tidak pernah mengarahkan BPBD Sikka untuk karantina terpusat. Bupati Sikka, kata dia, justeru Dinas Kesehatan Sikka untuk mengkaji dan melakukan skrining dan segera dipulangkan, serta tetap melakukan karantina mandiri di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat tidak benar bahwa dinas rekomendasikan karantina mandiri dan Bupati arahkan karantina terpusat. Yang benar adalah Dinas menjalankan perintah Bupati untuk lakukan sesuai SOP penanganan pelaku perjalanan. Satgas di lokasi karantina terpusat sudah menjalankan tugas sesuai SOP,” tulis Veri Awales.
Dia menambahkan perlu diketahui bahwa Kabupaten Sikka sangat profesional dan sangat ketat menjalankan protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19.
Pemerintah tetap menjaga dan melindungi masyarakat agar tidak terjadi transmisi lokal di Kabupaten Sikka. Pemerintah tidak main-main dengan urusan Covid-19.
Semua pelaku perjalanan yang turun di Larantuka dan Ende juga tetap dijemput dan dilayani sesuai protokol kesehatan.
Kabupaten Sikka akan lebih ketat menjalankan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan dari luar daerah, apalagi dari zona hitam dan zona merah temasuk zona kuning.
“Saya berharap semua masyarakat termasuk media memberikan edukasi dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sikka. Sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” demikian pernyataan Bupati Sikka melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka.
Sebelumnya, dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan di lokasi karantina, Rabu (19/8), Kepala BPBD Sikka menegaskan bahwa dia sudah melakukan konsultasi dan mendapatkan arahan dari Bupati Sikka.
“Untuk mereka yang dikarantinakan di Budpar dan SCC, sesuai arahan Bupati yang sudah saya konsultasikan, bahwa mereka tetap kita amankan dulu untuk menjaga agar mereka sehat dan tidak ada penolakan,” terang Mohamad Daeng Bakir.
Dia melanjutkan, andaikan mereka dipulangkan, mereka tidak bebas tinggal di rumah, mereka wajib melakukan karantina mandiri. Andaikan tidak mampu melakukan karantina mandiri, maka Gedung SCC dan Kantor Dinas Budpar tetap dibuka untuk karantina terpusat di Maumere.
Ini arahan Bupati agar mencegah tidak terjadinya transmisi lokal,” tegas dia.
Sebelum menyampaikan keterangan pers, Mohamad Daeng Bakir sudah terlebih dahulu mengumumkan melalui pengeras suara bahwa sesuai arahan Bupati Sikka para pelaku perjalanan dikarantina secara terpusat selama 3-4 hari.*** (eny)















