Pungutan PAD Bocor, PDIP Sarankan Pakai Teknologi Digital

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 November 2020 - 11:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi PDIP Alfridus Melanus Aeng

Anggota Fraksi PDIP Alfridus Melanus Aeng

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi PDIP DPRD Sikka menduga ada kebocoran pada pungutan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu disarankan pemerintah daerah setempat menggunakan teknologi digital.

“Sejauh pengamatan fraksi, masih terdapat berbagai kebocoran pada pungutan PAD. Karena itu harus ada terobosan inovatif dengan menggunakan teknologi digital,” demikian disampaikan anggota Fraksi PDIP Alfridus Melanus Aeng, Kamis (19/11) malam.

Politisi PKPI Sikka itu menanggapi rancangan anggaran PAD Sikka 2021 yang direncanakan sebesar Rp 100.861.949.152, berkurang dari target yang ditetapkan dalam KUAPPAS 2021 yakni sebesar Rp 104.168.994.962,53.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menduga terjadi kebocoran pungutan PAD, Fraksi PDIP tidak memberikan gambaran yang jelas seperti berapa persen kebocoran, dan terjadi pada OPD yang mana.

Baca Juga :  Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka

Fraksi PDIP meyakini pemerintah sudah melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi secara terukur sesuai regulasi untuk meningkatkan PAD. Meski demikian, Fraksi PDIP memandang perlu ada terobosan-terobosan yang baru.

Alfridus Melanus Aeng memberi contoh pembukaan akses jalan baru yang menghubungkan ruas jalan pantura Flores dengan ruas jalan lingkar luar pada setiap kelurahan.

“Dengan demikian akan membuka akses pemukiman dan kawasan ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan harga tanah dan sumber pendapatan lain dari sektor usaha produktif,” alasan dia.

Baca Juga :  Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka

Terobosan lain, sebut dia, terkait retribusi parkir di tepi jalan. Fraksi PDIP menyarankan agar diberlakukan kerja sama operasional dengan pihak ketiga melalui sistem deposite.

Fraksi PDIP juga menyinggung pendapatan pada RSUD TC Hillers Maumere, dengan menyarankan pemerintah agar merencanakan pengadaan alat hemodialisa secara mandiri.

Sejauh pengamatan fraksi, terang Alfridus Melanus Aeng, sumber pendapatan dari pemanfaatan alat hemodialisa mencapai Rp 1 miliar lebih pertahun. Kondisi ini lebih menguntungkan dari pada daerah hanya mendapatkan 7 persen dari total pendapatan selama ini.*** (eny)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Koordinasi Dinas PKO dan Kemenag Sikka Tidak Efektif, Anggaran TPG THR dan Gaji 13 Kurang Rp 986 Juta Lebih
Hasil Audit Inspektorat Sikka, Fisik Puskesmas Tuanggeo Mentok di 55,79 Persen
Sikka dan Lembata Raih UHC Award Kategori Pratama
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Eselon 2, Delapan OPD Masih Kosong
Isu Rotasi Mutasi di Sikka Menguat, Pelantikan Dikabarkan Sebelum Tutup Tahun
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira Apresiasi Karya Jurnalistik Perspektif HAM

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru