Busyet! Dalam 1 Minggu 263 Orang Swab Antigen, 33 Positip

    0
    467
    Busyet! Dalam 1 Minggu 263 Orang Swab Antigen, 33 Positip
    Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Dokter Clara Francis

    Maumere-SuaraSikka.com: Dalam 1 minggu ini sebanyak 263 warga Kabupaten Sikka menjalani swab antigen. Dan dipastikan 33 di antaranya positip.

    Jurubicara Satgas Covid Bidang Kesehatan Dokter Clara Francis menjelaskan kondisi Kabupaten Sikka saat ini hanya menggunakan rapid antigen untuk treking kontak dan menentukan suspek atau terduga kasus Covid-19.

    Dia memastikan dalam 1 minggu terakhir ini, terjadi peningkatan hasil swab antigen positip. Artinya, kata dia, makin banyak suspek atau terduga Covid, baik dari kontak erat, pelaku perjalanan, maupun dari skrining yang dilakukan secara aktif, terutama oleh lembaga keuangan dan perbankan.

    “Satu minggu terakhir ini, total pemeriksaan dengan rapid antigen sebanyak 263 orang, dengan hasil positip 33 orang, dan negatip sebanyak 230 orang. Dari hasil swab antigen yg positip, dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab untuk pemeriksaan PCR,” jelas Dokter Clara Francis, Jumat (15/1) malam.

    Dia menjelaskan sebanyak 263 orang itu, sebagian besar merupakan hasil kontak erat denganĀ  yang positip baik PCR maupun rapid antigen.

    Sebanyak 33 yang positip swab antigen, lanjut dia, belum termasuk pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium swasta dan rumah sakit lainnya. Untuk 33 orang ini, sudah diedukasi agar dapat melakukan karantina mandiri.

    “Dengan kondisi ini, saya harap masyarakat harus terus waspada,” ingat dia.

    Dia menambahkan Dinas Kesehatan setempat sudah membuat aplikasi dengan google crome guna mendata pemeriksaan rapid antigen oleh laboratorium swasta. Hal ini untuk memudahkan Dinkes Sikka melakukan treking kontak dan pengawasan pemantauan dalam karantina guna menekan penyebaran kasus.

    Berkali-kali dan terus menerus Dokter Clara mengingatkan agar masyarakat disiplin dan bertanggungjawab melakukan protokol kesehatan sebagai kunci pencegahan yang bisa dilakukan saat ini.*** (eny)

     

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini