Kecelakaan Laut di Ende, 23 Selamat, 1 Bayi Meninggal

    0
    898
    Kecelakaan Laut di Ende, 23 Selamat, 1 Bayi Meninggal
    Opwrasi SAR terhadap KM Empat Bersaudara yang mengalami kecelakaan laut di perairan Ende, Sabtu (3/4) (foto: istimewa)

    Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah kecelakaan laut terjadi di Kabupaten Ende, Sabtu (3/4) siang. Dikabarkan 23 penumpang selamat, sementara seorang bayi berusia 1 tahun dipastikan meninggal dunia.

    Para penumpang yang selamat, sebelumnya nekad melompat ke laut dari KM Empat Bersaudara. Beruntung sekali mereka berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan yang datang tepat waktu.

    Peristiwa naas ini terjadi di perairan Ende, berjarak 2,29 mil dari Pelabuhan Pulau Ende, menyusul KM Empat Bersaudara diterjang gelombang setinggi 1-2 meter.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana membenarkan peristiwa tersebut.

    “Sejumlah 23 penumpang selamat dan 1 bayi meninggal langsung dievakuasi ke Puskesmas Ende,” terang dia melalui rilis yang diterima media ini, Sabtu (3/4) malam tadi.

    Beberapa korban selamat dirawat di Puskesmas Pulau Ende, Sabtu (3/4) (foto: istimewa)

    Informasi terakhir dari OSC (On Scene Coordinator) di lapangan, lanjut dia, 6 korban selamat sedang dirawat di Puskesmas Ende. Sedangkan 18 penumpang lainnya termasuk bayi yang meninggal sudah dijemput keluarga masing-masing.

    Putu Sudayana selaku SMC (SAR Mission Coordintaor) menerangkan pada pukul 12.35 Wita pihaknya menerima informasi dari seorang perempuan bernama Irmawati.

    “Ibu Irmawati sampaikan telah terjadi kecelakaan laut yang dialami KM Empat Bersaudara,” jelas dia.

    Setelah ditelusuri, didapat informasi bahwa KM Empat Bersaudara berlayar dari Pulau Ende menuju Kampung Numba Basa Ende pada pukul 11.15 Wita.

    Kapal motor berwarna putih jenis ketinting ini, diketahui mengangkut 24 penumpang. Kapal ini mengalami kendala di tengah laut akibat diterjang ombak yang tinggi.

    “Air laut memenuhi lambung kapal, dan kapal itu akan tenggelam. Seluruh penumpang langsung melompat untuk selamatkan diri,” jelas dia.

    Putu Sudayana secepatnya berkoordinasi dengan Instansi Potensi SAR yang berada di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.

    Dia berhasil menghubungi Lanal Maumere, Dipolair Polda NTT, Polres Ende, Kodim Ende, BPBD Ende, Pos AL Ende, KSOP Ende, dan Polair Ende.

    Setelah koordinasi 5 menit, Tim SAR Gabungan diberangkatkan terdiri dari 2 orang Tim Rescue Unit Siaga SAR Ende, 1 orang Pos AL Ende, dan 1 orang Polairud Ende. Mereka menggunakan Rubber Boat 30 PK Unit Siaga SAR Ende.

    Sejumlah nelayan yang ikut terlibat pada operasi SAR KM Enpat Bersaudara, Sabtu (3/4) (foto: istimewa)

    Sementara itu anggota Polsek Pulau Ende dan sejumlah nelayan juga diberangkatkan dengan menggunakan 20 perahu nelayan.

    Hanya dalam waktu setengah jam, Tim SAR Gabungan sudah berada di lokasi, dan berhasil mengevakuasi 24 penumpang.

    Putu Sudayana mengapresiasi kerja sama yang baik seluruh Potensi SAR Gabungan sehingga berhasil memberikan pertolongan kepada para korban.

    Dia juga menyampaikan terina kasih kepada Bupati Ende, Kapolres Ende, Dandim Ende, serta Camat Pulau Ende dan staf, Kapolsek Pulau Ende dan staf serta nelayan Pulau Ende, yang bersinergi atas operasi SAR KM Empat Bersaudara.

    Atas nama Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Putu Sudayana menyampaikan turut berduka dan berbela sungkawa karena meninggalnya seorang bayi dalam peristiwa ini.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini