Aksi Damai Karyawan, Tuntut KCBS Selesaikan Hak Pekerja

    0
    1352
    Aksi Damai Karyawan, Tuntut KCBS Selesaikan Hak Pekerja
    Karyawan PT KCBS menggelar aksi damai, Sabtu (30/10), menuntut pembayaran gaji

    Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan karyawan PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS) menggelar aksi damai, Sabtu (30/10). Mereka menuntut perusahaan segera menyelesaikan hak-hak pekerja.

    Aksi damai ini digelar di tengah keriuhan acara pelepasan ekspor perdana ikan tuna dan cakalang ke Malaysia dan Jepang, yang berlangsung di halaman Kantor KCBS.

    Para karyawan memantik perhatian saat pejabat kementerian bersama pejabat di daerah itu dan CEO Fishon Fajar Widisasano kembali dari peninjauan Fishon Cloud Factory yang letaknya hanya beberapa meter dari lokasi acara.

    Aksi damai.karyawan KCBS

    Mendadak mereka berdiri berjejer di belakang tenda acara, kemudian membentangkan sejumlah poster yang ditulis tangan.

    “Selesaikan Hak Pekerja PT KCBS Bulan Mei-Oktober 2021”, demikian bunyi salah satu poster. Poster lain menegaskan tuntutan mereka, “Selesaikan Hak Kami (Gaji) Bulan Mei-Oktober 2021”. Satu lagi poster bertuliskan, “Selesaikan Iuran BPJS Kami”.

    Tamu undangan yang hadir pada acara pelepasan tuna dan cakalang, sempat menoleh ke belakang tenda acara. Meski demikian seremoni acara ekspor perdana tetap dilanjutkan.

    Para karyawan KCBS juga tidak bergeming. Mereka terus bersemangat melancarkan aksi dalam diam. Tidak ada teriakan atau semacam gerakan sebagaimana lazimnya aksi-aksi perjuangan. Poster-poster tetap diangkat untuk memancing perhatian.

    CEO Fishon Fajar Widisasano

    Aksi damai ini berhasil memancing CEO Fishon Fajar Widisasono. Saat menyampaikan sambutan pelepasan perdana tuna dan cakalang, Fajar pun menyinggung aksi damai karyawan KCBS.

    Dia menjelaskan bahwa Fishon baru hadir 1 bulan di Kabupaten Sikka, dan menghadapi berhadapi realitas kondisi tata niaga perikanan di KCBS yang tidak ideal.

    “Kami harus recovery, dan itu butuh proses,” ungkap dia.

    Fajar menegaskan Fishon bukanlah sinterklas yang bisa mengubah kondisi manajemen KCBS saat ini. Tapi, dengan demikian, kata dia, pihaknya akan pelan-pelan membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

    “Kami akan bantu selesaikan,” ujar dia simpati.

    Fajar meminta agar semua karyawan menjaga situasi kondusif. Dengan penuh perhatian, dia pun mengajak para karyawan yang melakukan aksi damai, untuk bergabung ke dalam tenda acara dan menempati kursi yang sudah disiapkan.

    Para karyawan terus bertahan pada posisi mereka, sambil mengangkat poster-poster perjuangan.

    Aksi damai karyawan KBCS

    Sebagaimana diketahui, gaji 116 karyawan belum dibayar oleh manajemen KCBS. Untuk Mei-Juni 2021, perusahaan hanya melakukan panjar. Sementara Juli-Oktober sama sekali belum dibayar. Diperkirakan gaji yang belum dibayar lebih dari Rp 200 juta.

    Para karyawan juga mempertanyakan pemotongan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Pasalnya, diketahui sejak Oktober 2020, iuran yang langsung dipotong dari gaji, ternyata tidak disetorkan ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Persoalan lain yakni santunan kematian bagi seorang karyawan yang meninggal tahun lalu. Masalahnya pembayaran santunan dilakukan dengan panjar, dan hingga sekarang belum selesai.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini