
Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Gerindra menilai harapan rakyat Kabupaten Sikka terlanjur sirna karena temakan janji paket Roma, Robi-Romanus, Bupati dan Wakil Bupati Sikka sekarang.
Pernyataan ini disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra Fabianus Toa melalui Pemandangan Umum Fraksi Partai Gerindra atas RAPBD TA 2023, Rabu (16/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fraksi Partai Gerindra menyinggung masa kepemimpinan Roma yang sudah hampir selesai. Roma resmi akan berhenti pada 20 September 2023 mendatang.
“Perjalanan roda pemerintahan ini akan segera tiba di garis finis. Di akhir tahun keempat perjalanan RPJMD ini masih terngiang dengan jelas litania harapan yang hampir sirna, bahkan beberapa sudah terlanjur sirna termakan janji,” seru Fabianus Toa.
Menurut Fraksi Partai Gerindra, paket Roma mestinya hadir membawa secercah harapan baru, karena mengusung perpaduan dua tokoh yang mumpuni pada bidang masing-masing.
Yang satu berkarakter birokrat tulen yang hadir menawarkan reformasi birokrasi. Satunya lagi punggawa ekonomi kerakyatan yang tampil mengusung pemikiran besar bidang ekonomi.
“Ternyata tidak banyak memberi kontribusi bagi Nian Tana, baik di bidang birokrasi maupun peningkatan ekonomi,” ungkap Fabianus Toa.
Fabianus Toa memberikan salah satu bukti yakni birokrasi di Kabupaten Sikka semakin amburadul. Bahkan, kata dia, beberapa ASN yang notabene dipercaya Bupati Sikka menjadi Pejabat Pembuat Komitmen, terpaksa berurusan dengan hukum dan menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan.
“Dan akan menyusul beberapa ASN di BPBD, dan mungkin yang lain lagi,” ujar dia.
Lebih jauh lagi, Fabianus Toa membeberkan temuan Fraksi Partai Gerindra pada tahun 2022 ini, seperti masih banyak proyek mangkrak. Ironinya, ada yang sudah dilelang, kontrak kerja sudah ditandatangani, tetapi tidak dikerjakan alias 0 persen.
Lebih miris lagi, ujar Fabianus Toa, pemerintah mengatasnamakan rakyat meminjam uang ratusan miliar rupiah berdalih pemulihan ekonomi mssyarakat Sikka pasca pandemi Covid.
“Lagi-lagi Fraksi Partai Gerindra beraama ribuan masyarakat yang kami wakili, kembali bertanya, ekonomi siapakan yang sesungguhnya telah dipulihkan dari dana pinjaman itu? Bupati kah? Wakil Bupati kah? Pimpinan DPRD kah? Anggota DPRD kah? PPK kah? Atau kontraktor kah?” tanya Fabianus Toa.
Dia beralasan hampir semua proyek yang dibiayai dari pinjman daerah, tidak ada satu pun yang tuntas, baik itu pekerjaan jalan, pekerjaan air minum bersih, pembangunan fasilitas kesehatan, dan lain-lain.
Melihat kondisi buruk ini, Fabianus Toa mengatakan Fraksi Partai Gerindra hanya mengelus dafa dan turut prihatin bersama rakyat.
Pasalnya uang rakyat yabg harusnya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, justeru tidak mampu dikelola secara baik oleh mereka yang dilegitimasi.
“Ini menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah untuk menyelesaikannya pada sisa waktu APBD 2022 ini. Jika tidak tuntas maka akan menjadi malapetaka,” ujar Fabianus Toa.
Fabianus Toa menambahkan APBD 2023 idealnya menjadi obat paling mujarab untuk mengobati hati rakyat yang luka karena janji yang terabaikan.
Bagi Fraksi Partai Gerindra, APBD 2023 merupakan kesempatan terakhir Roma memberikan dedikasi total bagi rakyat Kabupaten Sikka.
Karena itu, hemat dia, rancangan APBD 2023 sungguh-sungguh harus memberikan gambaran sukses dari kinerja Roma selama 5 tahun.*** (eny)















