Banjir Rob 3 Hari, 1.261 Warga Semparong Mengungsi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 26 Desember 2022 - 19:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 103 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana warga Semparong di tempat pengungsian, Senin (26/12) (foto: istimewa)

Suasana warga Semparong di tempat pengungsian, Senin (26/12) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 317 kepala keluarga atau 1.261 warga Desa Semparong Kecamatan Alok di Kabupaten Sikka terpaksa mengungsi. Pasalnya, banjir rob menerjang pemukiman penduduk selama 3 hari berturut-turut sejak Sabtu (24/12).

Warga mengungsi.ke tempat yang lebih aman dan nyaman, seperti Gedung Sekolah SD dan SMPN Satap Sukun, serta sekitar dataran yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Semparong Darmansyah Putra melaporkan banjir rob terjadi sejak Sabtu (24/12). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.30 Wita hingga 01.30 Wita.

Naiknya permukaan air laut disertai gelombang pasang, kata dia, mencapai ketinggian 1 meter. Akibatnya air laut merendam pemukiman dan perumahan warga.

Baca Juga :  Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Kencangnya gelombang pasang menjebolkan turap penahan gelombang sepanjang 30 meter. Selain mengancam 137 rumah warga, banjir rob juga mengancam fasilitas publik di desa itu, seperti Gedung Paud, Musolah, Pos Linmas, Posyandu, Pustu, dan Kantor Desa.

Tak pelak, banjir rob telah merusak sejumlah lahan pertanian seluas 2 hektar. Sementara itu 87 ekor kambing dan 138 ekor ayam dikabarkan tewas terseret banjir rob.

Melihat kondisi yang kian menguatirkan, Pemdes Semparong mengambil sikap cepat dengan mengevakusi warga ke sejumlah titik pengungsian. Bahkan ada warga yang terpaksa membuka tenda-tenda darurat.

Menindaklanjuti evakuasi, Pemdes Semparong juga membuka dapur umum dengan memanfastkam logistik hasil swadaya penduduk setempat.

Baca Juga :  Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kades Semparong Darmansyah Putra mengaku pihaknya kewalahan karena kekurangan logistik. Kesulitan lain, tambah dia, yakni obat-obatam dan terpal.

Sebagaimana diketahui, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang terjadi pada 22-27 Desember 2022.

Menurut BMKG, berdasarkan pemantauan aktivitas astronomi yang mengakibatkan potensi air pasang maksimum, gelombang tinggi dan angin kencang.

Disebutkan gelombang tinggi laut mencapai 2,5-3,0 meter, disertai kecepatan angin berkisar antara 8-25 knot dan 5-25 knot.

Selain Desa Semparong, banjir rob juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka yang berbatasan langsung dengan pantai.*** (eny)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA