




Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 317 kepala keluarga atau 1.261 warga Desa Semparong Kecamatan Alok di Kabupaten Sikka terpaksa mengungsi. Pasalnya, banjir rob menerjang pemukiman penduduk selama 3 hari berturut-turut sejak Sabtu (24/12).
Warga mengungsi.ke tempat yang lebih aman dan nyaman, seperti Gedung Sekolah SD dan SMPN Satap Sukun, serta sekitar dataran yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Semparong Darmansyah Putra melaporkan banjir rob terjadi sejak Sabtu (24/12). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.30 Wita hingga 01.30 Wita.
Naiknya permukaan air laut disertai gelombang pasang, kata dia, mencapai ketinggian 1 meter. Akibatnya air laut merendam pemukiman dan perumahan warga.
Kencangnya gelombang pasang menjebolkan turap penahan gelombang sepanjang 30 meter. Selain mengancam 137 rumah warga, banjir rob juga mengancam fasilitas publik di desa itu, seperti Gedung Paud, Musolah, Pos Linmas, Posyandu, Pustu, dan Kantor Desa.
Tak pelak, banjir rob telah merusak sejumlah lahan pertanian seluas 2 hektar. Sementara itu 87 ekor kambing dan 138 ekor ayam dikabarkan tewas terseret banjir rob.
Melihat kondisi yang kian menguatirkan, Pemdes Semparong mengambil sikap cepat dengan mengevakusi warga ke sejumlah titik pengungsian. Bahkan ada warga yang terpaksa membuka tenda-tenda darurat.
Menindaklanjuti evakuasi, Pemdes Semparong juga membuka dapur umum dengan memanfastkam logistik hasil swadaya penduduk setempat.
Kades Semparong Darmansyah Putra mengaku pihaknya kewalahan karena kekurangan logistik. Kesulitan lain, tambah dia, yakni obat-obatam dan terpal.
Sebagaimana diketahui, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang terjadi pada 22-27 Desember 2022.
Menurut BMKG, berdasarkan pemantauan aktivitas astronomi yang mengakibatkan potensi air pasang maksimum, gelombang tinggi dan angin kencang.
Disebutkan gelombang tinggi laut mencapai 2,5-3,0 meter, disertai kecepatan angin berkisar antara 8-25 knot dan 5-25 knot.
Selain Desa Semparong, banjir rob juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka yang berbatasan langsung dengan pantai.*** (eny)






















