Cuaca Mulai Normal, Warga Semparong Tinggalkan Lokasi Pengungsian

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 28 Desember 2022 - 14:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 39 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala Desa Semparong Darmansyah Putra

Mantan Kepala Desa Semparong Darmansyah Putra

Maumere-SuaraSikka.com: Cuaca alam di Desa Semparong Kecamatan Alok Kabupaten Sikka mulai berangsur normal. Warga masyarakat pun memilih meninggalkan lokasi pengungsian, dan kembali ke rumah masing-masing.

Mantan Kepala Desa Semparong Darmansyah Putra menjelaskan warga kembali ke rumah mereka sejak Selasa (27/12) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Darmansyah Putra mengatakan sejak kemarin sudah tidak terlihat cuaca ekstrim. Gelombang laut tampak normal sebagaimana biasanya. Fakta ini yang menjadikan warga percaya cuaca sudah kembali normal.

Baca Juga :  Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

“Kemarin, semua warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelas dia.

Dia menambahkan setelah tiba di rumah masing-masing, warga langsung beraktifitas dengan membersihkan rumah mereka.

Menurut dia, rumah warga sempat digenangi air laut, kurang lebih setinggi 3 centimeter.

Baca Juga :  Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 317 kepala keluarga atau 1.261 warga  Semparong terpaksa mengungsi.

Pasalnya, banjir rob menerjang pemukiman penduduk selama 3 hari berturut-turut sejak Sabtu (24/12).

Warga mengungsi ke tempat yang lebih aman dan nyaman, seperti Gedung Sekolah SD dan SMPN Satap Sukun, serta sekitar dataran yang lebih tinggi.*** (eny)

Berita Terkait

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA