




Maumere-SuaraSikka.com: Banjir rob 3 hari berturut-turut melanda Desa Semparong Kecamatan Alok di Kabupaten Sikka, Sabtu-Senin (24-26/12).
Paskah peristiwa alam ini, warga setempat tidak bisa menikmati lagi air tawar dari sumur-sumur milik mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya air sumur yang sebelumnya berasa tawar, kini berubah rasa menjadi asin. Hal ini karena ketika banjir rob menerjang Semparong, sumur-sumur milik masyarakat ikut kemasukan air laut.

Beruntung sekali, warga Desa Semparong pernah melakukan uji coba teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar, sehari sebelum banjir rob. Uji coba ini berhasil.
Ketika berhadapan dengan realitas kesulitan air tawar akibat banjir rob, warga masyarakat Desa Semparong kembali memanfaatkan teknologi tersebut.
“Saat kini warga ramai-ramai mengambil air tawar di profil tank, hasil penyulingan air laut menjadi air tawar,” demikian keterangan mantan Kepala Desa Semparong Darmansyah Putra, Rabu (28/12).

Darmasnyah Putra menjelaskan mesin penyulingan merupakan bantuan Dinas PUPR Propinsi NTT. Bantuan tersebut datang pada Nopember 2022 lalu.
Teknis operasi, jelas dia, sederhana saja. Air laut disedot, kemudian mesin akan melakukan penyulingan secara sistematis.
“Hasilnya ada dua, yakni air tawar dan air garam,” jelas dia.
Air tawar hasil penyulingan kemudian ditampung pada 2 profil tank dengan daya tampung masing-masing 5.300 liter.
Untuk memperoleh 5.300 liter air tawar, teknologi ini membutuhkan waktu 5 jam. Sementara ini dioperasikan 10 jam setiap hari, sesuai kapasitas 2 profil tank.
Darmansyah Putra mengaku bersyukur karena dalam kondisi krisis air tawar paskah banjir rob, warga setempat bisa memanfaatkan teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar.*** (eny)























