




Maumere-SuaraSikka.com: Rencana pembangunan menara lonceng di Maumere benar-benar hanya sebuah wacana tak terjawab. Naga-naganya beda-beda tipis dengan dugaan pembodohan publik.
Alhasil, satu dunia kena prank dari Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, orang yang berinisiatif membangun menara lonceng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bayangkan, sejak peletakkan batu pertama pada 2 Pebruari 2022 lalu di Gelora Samador da Cunha Maumere, ternyata hingga kini tidak ada pembangunan sama sekali.
Usia peletakkan batu pertama oleh Bupati Sikka dan Uskup Maumere, jika dihitung hingga hari ini Senin (2/1), sudah mencapai bulan ke-11. Sementara realisasi fisik masih 0 persen.
Marianus Gaharpung, seorang pemerhati masalah sosial kemasyarakatan menilai rencana pembangunan menara lonceng merupakan kebijakan prestisius Bupati Sikka.
Hanya saja, kata dia, kebijakan tersebut tidak didukung dengan perencanaan yang matang dan terukur dari seorang kepala daerah.
“Inilah salah satu bukti konkrit pemimpin dengan keakenaan rencana atau janji. Pertanyaannya adalah masihkah rakyat percaya dengan Bupati Sikka?” tanya dia.
Marianus Gaharpung menaruh harapan agar pada sisa masa pemerintahan yang tinggal 9 bulan, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bisa memulai pekerjaan pembangunan menara lonceng.
Jika tidak, ujar dia yakin, kepercayaan masyarakat Kabupaten Sikka makin memudar. Apalagi jika melihat banyaknya persoalan dan janji politik yang tidak terpenuhi.*** (eny)























