




Maumere-SuaraSikka.com: Seleksi Kompetensi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sikka ditengarai bermasalah.
Seorang dokter melamar untuk jabatan Ahli Pertama Dokter di RSUD TC Hillers Maumere, ternyata hasil yang diumumkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), yang bersangkutan dinyatakan lulus di Puskesmas Wolofeo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini diangkat Direktur RSUD TC Hillers Maumere Dokter Clara Francis saat rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Sikka, Rabu (4/1).
Ini merupakan salah satu contoh kasus Seleksi PPPK di Kabupaten Sikka yang terungkap ke publik. Sejatinya ada begitu banyak kasus Seleksi PPPK yang melibatkan sedikitnya 30 orang tenaga kesehatan peserta seleksi.
Saat RDP yang dipimpin Ketua DPRD Sikka Donatus David, sekitar 26 peserta seleksi meminta klarifikasi dari Kepala BKDPSDM Sikka Lukas Lawe selaku Panitia Seleksi Daerah (Panselda).
Sebagian besar nakes merasa dicurangi karena tidak mendapatkan nilai afirmasi sebagaimana Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 968 Tahun 2022 tentang Mekanisme Seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan.
Akibat tidak mendapatkan nilai afirmasi, akumulasi nilai mereka tidak mendukung untuk diberi kelulusan.

Kepala BKDPSDM Lukas Lawe memastikan bahwa kewenangan hasil seleksi ada pada tingkat Panselnas.
Sambil prihatin dengan berbagai kasus seleksi yang terjadi di Kabupaten Sikka, Lukas Lawe menduga dokumen yang di-upload peserta tidak terbaca oleh sistem. Dengan demikian akumulasi nilai tidak bertambah.
Terhadap kondisi ini, Lukas Lawe menganjurkan peserta seleksi untuk melakukan sanggahan kepada Panselnas. Masa sanggah, sebagaimana jadwal seleksi yakni 3-5 Januari 2023.
Mencermati persoalan Seleksi PPPK yang merugikan banyak peserta akibat kesalahan sistem, DPRD Sikka berpendapat perlu ada tindakan lain yang dilakukan, selain menggunakan tahapan sanggah.
DPRD Sikka merekomendasikan pemerintah daerah setempat untuk memperjuangkan langsung ke BKN di Jakarta.
Guna melancarkan perjuangan ini, DPRD Sikka meminta Kepala BKDPSDM, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur RSUD TC Hillers beserta peserta seleksi untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung.*** (eny)






















