
Maumere-SuaraSikka.com: Petani di Kabupaten Sikka resah. Hama ulat grayak menyerang tanaman jagung di semua kecamatan.
Luas tanaman jagung di Kabupaten Sikka mencapai 7.089 hektar. Ulat grayak telah menyerang 334,8 hektar atau setara 4,72 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski persentase serangan hama ulat grayak terbilang masih kecil, namun kondisi ini sangat mengenaskan. Pasalnya hama ulat grayak menyerang tanaman jagung di semua kecamatan di Kabupaten Sikka.

Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian per tanggal 4 Januari 2023, serangan paling tinggi dengan intensitas ringan yakni seluas 291,8 hektar, tersebar pada 15 kecamatan.
Menyusul intensitas serangan sedang seluas 36 hektar pada 7 kecamatan. Kemudian serangan dengan intesitas berat seluas 7 hektar di Kecamatan Paga.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan memastikan hama ulat grayak menyerang tanaman jagung di semua kecamatan di Kabupaten Sikka.
“Sementara ini Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan sedang melakukan pengendalian, melakukan penyemprotan dengan insektisida,” jelas dia.
Serangan hama ulat grayak paling berbahaya terjadi di Kecamatan Kewapante. Dari tanaman jagung seluas 143,25 hektar, hama ulat grayak menyerang 138,25 hektar.
Kecamatan Magepanda juga tergolong memprihatinkan. Semua tanaman jagung seluas 45 hektar habis diserang hama ulat grayak.
Begitu juga dengan tanaman jagung di Kecamatan Koting. Dengan luas 137 hektar, tercatat 37 hektar diserang hama ulat grayak.
Waigete terbilang sebagai kecamatan yang paling luas tanaman jagung di Kabupaten Sikka, yakni seluas 845 hektar. Serangan intensitas ringan seluas 4 hektar dan intensitas sedang seluas 2 hektar.
Catatan media ini, pada beberapa tahun terakhir ini, hampir setiap tahun pada Januari awal selalu terjadi serangan hama ulat grayak.*** (eny)















