Maumere-SuaraSikka.com: Polres Sikka kini mulai menelusuri kasus 16 unit motor bodong. Anehnya, hal ini dilakukan setelah kasus tersebut terungkap ke publik.
Lebih miris lagi penelusuran baru mulai serius dilakukan, padahal 16 unit motor bodong tersebut diamankan Satlantas Polres Sikka pada 2 tahun lalu.
Wakapolres Sikka Kompol Ruliyanto Junaedi Putera Pahroen mengakui pihaknya memiliki informasi yang minim tentang riwayat 16 unit motor bodong tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi kita akan telusuri, kita butuh data lebih lanjut,” ujar dia saat konperensi pers, Jumat (20/1) di Polres Sikka.
Wakapolres Sikka memberikan keterangan pers sehuhungan dengan raibnya 16 unit motor bodong dari tempat penyitaan di Polsek Kewapante.
Kasus ini kemudian menjadi sorotan publik yang mengganggu citra Polres Sikka. Dalam waktu sekejap Polres Sikka berhasil menarik pulang 16 unit motor bodong tersebut.
Menurut Wakapolres Sikka saat kejadian awal Satlantas Polres Sikka sempat melakukan interogasi awal terhadap sopir truk.
“Sopir mengaku waktu ambil truk, muatan sudah ada di atas truk. Dia tidak tahu muatan apa. Dia diminta membawa truk dari titik A ke titik B. Jadi, dikirim oleh siapa, tujuannya ke siapa, kami belum tahu,” terang Wakapolres Sikka.
Sopir tersebut tidak sempat ditahan. Malah orang yang sebenarnya menjadi faktor kunci untuk membuka misteri motor bodong, justeru dibiarkan kembali ke tempat asalnya bersama truk pengangkut.
Satlantas Polres Sikka hanya menyita 20 unit motor bodong. Empat di antaranya diketahui memiliki dokumen, dan sudah diambil pemiliknya.
Sementara 16 unit motor bodong, selanjutnya atas seizin Kasat Lantas Polres Sikka waktu itu Iptu Diamond R Bangun, dipinjampakaikan kepada sejumlah pihak.*** (eny)















