Maumere-SuaraSikka.com: Lagu Gandong E meramaikan acara Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Warga Asal Maluku (Iwasma) Kabupaten Sikka, Minggu (22/1).
Sambil bergandengan tangan, sekitar 100-an anggota Iwasma yang bernuansa merah menyanyikan Gandong E dengan penuh khidmat dan semangat.
Mereka seakan ingin menyampaikan bahwa orang Maluku memiliki karakteristik kebudayaan yang begitu menjunjung tinggi persaudaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setidaknya dua sampai tiga kali Gandong E mengudara di rumah Sendy Melinta di Jalan Wairklau Kelurahan Madawat Kecamatan Alok.
Gandong e
Sio gandong e
Mari beta gendong,
Beta gendong ale jua
Katong dua
Cuma satu gandong e
Satu hati,
Satu jantong e

Rekatkan Persaudaraan
Alex W Yohanes selaku Koordinator Iwasma Sikka menyebut Syukuran Nataru Bersama yang dilaksanakan hari itu merupakan momentum yang sangat penting.
“Ini momen pertama bagi kita semua orang Maluku. Jadi kerinduan kita untuk bisa berkumpul bersama, bisa terobati,” ujar Alex W Yohanes, orang yang dituakan dalam Iwasma.
Dia mengaku senang dan bangga karena bisa mengumpulkan semua orang Maluku yang ada di Kabupaten Sikka.
Awalnya, cerita dia, wacana Nataru Bersama Iwasma diinisiasi oleh beberapa orang.
Berkat komunikasi intens dan konsolidasi, meskipun persiapan hanya satu minggu, akhirnya Nataru Bersama Iwasma bisa dilaksanakan.
“Senang sekali, meskipun sederhana, kita bisa berkumpul bersama. Ini yang harus kita lestarikan. Harapan saya, dengan momen ini kita lebih merekatkan tali persaudaraan,” ujar mantan Wakapolres Sikka itu.

Bentuk Kepengurusan
Alex W Yohanes menyebut anggota Iwasma Sikka tersebar pada hampir semua wilayah di Kabupaten Sikka. Paling banyak berada dalam wilayah Kota Maumere.
Dari data yang ada, kata dia, terdapat 67 kepala keluarga orang Maluku di Kabupaten Sikka, dengan jumlah antara 200 hingga 250 jiwa.
Pada momen Nataru Bersama tersebut, Iwasma Sikka sekaligus membentuk struktur kepengurusan.
Melalui musyawarah sederhana, Alex W Yohanes terpilih secara aklamasi untuk memimpin Iwasma. Dia dibantu Sendy Malinta sebagai Wakil Ketua, Rio Fernandez sebagai Sekretaris, bendahara, dan Rita Tamnge sebagai Bendahara.
Forum Musyawarah Iwasma juga bersepakat membentuk 3 Koordinator Wilayah. Bagian Timur dipercayakan kepada Berty Dahoklory, lalu bagian tengah oleh Yusry Leleury, dan bagian barat oleh Albert Padji.

Ibadat Sabda
Nataru Bersama Iwasma Kabupaten Sikka diawali dengan Ibadat Sabda, dipimpin Romo Fransisko Evadius Marianus Wutun, OCarm.
Imam yang baru ditahbiskan 2 tahun lalu itu juga merupakan anggota Iwasma. Dia lahir dari ayah yang berasal dari Kabupaten Lembata, dan ibu yang merupakan blasteran Adonara dan Maluku.
Ibadat Sabda ini tifak hanya diikuti umat Katolik, tapi juga anggora Iwasma yang brrkeyakinan Kristen Protestan.
Termasuk di antaranya 3 orang Pendeta asal Maluku yang kebetulan sedang bertugas di GMIT Kalvari Maumere. Mereka adalah Pendeta Jacky Latuperisa, Pendeta Manunale, dan Pendeta Lukman Bahan.
Romo Fransisko Evadius Marianus Wutun, OCarm dalam kotbahnya antara lain mengingatkan agar wadah Iwasma harus tetap eksis.
“Jangan hanya jadi kelompok yang suam-suam kuku. Jadilah kelompok Maluku yang cepat tanggap, siap sedia, saling menolong, saling membantu satu sama lain,” pesan Romo Fandi.
Begitu juga Pendeta Jacky Latuperisa mengingatkan semangat persaudaraan yang sudah menjadi budaya orang Maluku.
Dia menyinggung beberapa simbol persaudaraan dalam untaian kalimat yang sudah familiar seperti Ale Rasa Beta Rasa, dan Potong di Kuku Rasa di Daging.*** (eny)















