Maumere-SuaraSikka.com: Peternak babi di Propinsi NTT mendapat kabar gembira. Di tengah kegelisahan ancaman virus African Swine Fever (ASF), kini akan hadir alat pendeteksi dini virus tersebut.
Alat deteksi dini virus ASF ini namanya Lamp. Adalah Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income through Support for Markets in Ageiculture (Prisma) dan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) yang berinisiasi hadirkan alat ini.
Menurut rencana Lamp akan ditempatkan pada 3 pulau utama di Propinsi NTT yaitu Flores, Sumba, dan Timor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tentang kehadiran Lamp disampaikan Head of Porfolio Prisma Prajwal Shahi pada Workshop Kampanye Kesadaran ASF dan Pencegahan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Propinsi NTT.
Workshop 2 hari ini berlangsung di Hotel Sylvia Maumere, Kamis-Jumat (26-27/1), dengan melibatkan kurang lebih 150 peserta dari Kabupaten Lembata, Flores Timur, Ende, Nagekeo, dan Sikka.
“Prisma dan AIHSP akan hadirkan alat diagnosa pendeteksi penyakit pada berbagai hewan yang namanya Lamp. Secara khusus Lamp dapat mendeteksi virus ASF pada babi,” jelas Prajwal Shahi.
Tujuan kehadiran Lamp, sebut dia, yakni untuk mendukung pemerintah dalam upaya memulihkan sektor babi di NTT.
Dia mengatakan dengan Lamp deteksi terhadap ASF dapat dilakukan secara cepat, tepat dan akurat sehingga tindakan mengendalikan dapat segera dilakukan.
Selain itu, tambah dia, kehadiran Lamp diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi para pelaku pasar terkait lalulintas ternak dan produk turunannya.
“Kami berharap Pebruari 2023 ini alat Lamp sudah dapat digunakan di 3 pulau utama di NTT,” ujar dia.
Kabar baru dan angin segar ini direspons positip para peternak babi di Kabupaten Sikka. Mereka berharap untuk wilayah Flores, Lamp ditempatkan di Maumere, mengingat sudah 42 ekor babi di daerah itu yang terserang ASF.*** (eny)















