Nelayan Lembata Terseret Arus di Tanjung Kolipadan, Ditemukan Meninggal Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Februari 2023 - 21:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 59 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan Lembata meninggal akibat terseret arus, dievakuasi ke RSUD Lembata, Rabu (22/2)

Nelayan Lembata meninggal akibat terseret arus, dievakuasi ke RSUD Lembata, Rabu (22/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang nelayan asal Kabupaten Lembata di Propinsi NTT ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus di Tanjung Kolipadan di Kecamatan Ile Ape.

Jasad korban langsung dievakuasi ke Pelabuhan Lewoleba, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Lewoleba.

Korban diketahui bernama Roy Matias, umur 30 tahun, dengan alamat Desa Amakaka Kecamatan Ile Ape.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel menjelaskan Roy Matias pergi mencari ikan di sekitar Perairan Tanjung Kolipadan, Selasa (21/2).

Korban mencari ikan dengan cara menyelam. Dia berhasil mendapatkan beberapa ekor ikan. Masalah muncul ketika korban tidak bisa mengangkat 1 ekor ikan yang paling besar.

Roy Matias tidak kehilangan akal. Dia lalu mengikatkan ikan tersebut ke pelampung untuk dijadikan tanda. Setelah itu dia langsung kembali ke pesisir, dan pulang ke rumah.

Baca Juga :  Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Pagi tadi, sekitar pukul 07.00 Wita, Roy Matias kembali melaut bersama 2 kawannya. Mereka mendatangi lokasi pelampung, tempat dia mengikat ikan yang gagal diangkat.

Ketiganya lalu menyelam untuk beramai-ramai mengangkat ikan tersebut. Sialnya, Roy Matias terseret arus dan tidak muncul ke permukaan.

Setelah mendapat informasi terkait nelayan yang terseret arus, 2 personil Tim Rescue Kansar Maumere yang berada di Lembata, diberangkatkan ke lokasi sekitar pukul 12.40 Wita.

Mereka menggunakan Rubber Boat 30 PK Unit Siaga Sar Lembata, dan dilengkapi Palsar Air Lainnya guna melaksanakan Operasi SAR

Setelah tiba di lokasi, Tom Rescue Kansar Maumere masih sempat melakukan koordinasi dengan unsur potensi di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Pukul 13.15 Wita, Tim SAR Gabungan mulai lelaksanakan operasi SAR. Setelah 2 jam 15 menit melakukan operasi, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban.

“Korban ditemukan 150 meter dari lokasi terseret arus, dan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” demikian rilis yang diterima media ini dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Rabu (22/2) petang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel menambahkan unsur yang terlibat dalam Operasi SAR yakni 2 personil Unit Siaga Sar Lembata, 2 anggota Polres Lembata, 4 anggota Polair Lembata, 4 orang staf BPBD Lembata, 2 anggota Koramil 1624 Lembata, 2 orang staf Dinsos Lembata, masyarakat dan keluarga korban.*** (eny)

Berita Terkait

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA