Maumere-SuaraSikka.com: Polisi di Kabupaten Sikka belum berhasil mengungkap kasus teror anak panah yang terjadi 4 hari lalu di Kota Maumere.
Kapolres Sikka melalui Kasi Humas AKP Margono mengatakan saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap peristiwa tragis ini.
“Masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Margono, Senin (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
AKP Margono mengaku terdapat sedikit kendala teknis dalam pengembangan, karena hingga sekarang korban belum secara resmi melaporkan peristiwa ini ke kepolisian.
Sebagaimana diberitakan, teror anak panah menimpa Gregorius Federikus Sadin, seorang pelajar berusia 17 tahun, pada Kamis (30/3) sekitar pukul 23.30 Wita.
Kasus ini ramai dan menjadi viral di lamam media-media sosial. Mulanya netizen tidak menanggapi serius karena minimnya informasi publik. Namun setelah foto-foto korban ditampilkan dengan posisi anak panah yang masih tertancap, sontak netizen mengutuk peristiwa ini.
Dari berbagai informasi yang dihimpun media ini, diketahui Gregorius Federikus Sadin bersama temannya bernama Marianus Fritoloka, 21 tahun, malam itu melintasi Jalan Kimang Buleng dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash berwarna hitam.
Dua pelajar ini baru selesai memanfaatkan jasa internet gratis di Klinik Mahawira. Keduanya hendak kembali ke rumah, di belakang Kantor Pelni Maumere di Kelurahan Kota Uneng.
Persis di depan Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Gregorius Frederikus dan Marianus Fitaloka berpapasan dengan 2 motor yang datang dari arah utara.
Sepeda motor Beat berwarma putih, berboncengan 2 orang. Lalu sepeda motor Revo berwarna hitam, juga berboncengan 2 orang.
Saat itu tiba-tiba saja seorang pelaku yang adalah orang tidak dikenal, diketahui berboncengan sepeda motor Beat, melepaskan tembakan ke arah korban.
Spontan setelah itu pelaku bersama kawan-kawannya langsung kabur. Sementara Gregorius Frederikus bersama
Marianus Fritoloka terus melanjutkan perjalanan.
Korban mulai merasa sakit pada bagian kanan perut. Lalu mereka berhenti di tengah jalan. Korban kaget ketika mengetahui sebuah anak panah tertancap di bagian kanan perut.
Korban akhirnya dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pertolongan.*** (eny)















