Nasib Apes Petani di Hari Buruh, Usai Jual 85 Kilogram Beras, Rencana Beli Pakaian Sambut Baru, Uang Rp 1,8 Juta Ludes Digasak Maling

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 Mei 2023 - 15:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 35 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potongan rekaman CCTV kasus pencurian di Ginza Mode, Senin (1/5)

Potongan rekaman CCTV kasus pencurian di Ginza Mode, Senin (1/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Maria Wati, seorang petani di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT, mengalami nasib apes persis pada peringatan Hari Buruh Sedunia, Senin (1/5).

Bagaimana tidak! Dia baru saja menjual 85 kilogram beras terdiri dari 40 kilogram beras hitam dan 45 kilogram beras merah. Ini adalah hasil panen dari usaha dan kerja keras dia bersama suami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uang hasil penjualan beras berjumlah Rp 1,5 juta, ditambah uang pribadi Rp 350.000 kemudian disimpan rapi di dalam tas gantung berwarna hitam miliknya.

Menurut rencana, dari uang yang ada, sedikitnya akan digunakan untuk belanja pakaian sambut baru bagi anak bungsunya yang akan menerima Komuni Suci Pertama pada pertengahan Juni mendatang.

Usai menjual beras pada salah satu toko di Pasar Tingkat, Maria Wati bergegas menuju Ginza Mode. Kebetulan toko pakaian ini letaknya tidak jauh dari Pasar Tingkat. Apalagi di tempat ini sedang ada obral harga pakaian.

Perempuan 6 anak ini tiba di Ginza Mode pukul 10.42 Wita. Dia langsung mencari-cari celana panjang yang cocok untuk anaknya. Pajangan pakaian obral terletak di pelataran depan Ginza Mode.

Baca Juga :  Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Saat itu banyak sekali pengunjung yang ramai mencari pakaian dengan harga murah. Sebagian besar pengunjung adalah perempuan dewasa dan gadis-gadis remaja.

Mulanya Maria Wati melihat-lihat pada bagian utara tempat pajangan pakaian obral. Setelah itu dia berpindah ke bagian selatan. Maria Wati berdiri persis di dekat pintu masuk Ginza Mode.

Dia berhasil mendapatkan 4 potong celana pendek yang dianggapnya sangat cocok dipakai anaknya sebagai pakaian pengganti pada momen penting Komuni Pertama.

Maria Wati lalu melangkah menuju tempat pembayaran, sambil mengecek uang yang ada di dalam tas.

Mendadak perempuan ini menjerit histeris. Ternyata tas gantung berwarna hitam dalam posisi terbuka, dan uang sudah raib.

Pelaku Perempuan
Rekaman CCTV di Ginza Mode menggambarkan jelas seorang perempuan yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian.

Perempuan ini tiba di Ginza Mode ketika Maria Wati sedang asyik memilih-milih celana pada bagian selatan tempat pajangan obral pakaian.

Baca Juga :  Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Pelaku mengenakan baju daster, ditutup sebuah jaket berwarna coklat kehitaman. Dia muncul dari arah selatan, bersama seorang anak laki-laki yang mengenakan baju kaos berwarna kuning.

Berlagak sebagai pengunjung, anak kecil itu terlihat terlebih dahulu bergerak mendekati Maria Wati yang posisinya membelakangi mereka.

Setelah itu terlihat pelaku menempel ketat Maria Wati dari belakang. Jelas terlihat tangan kirinya menggerayangi tas hitam Maria Wati.

Setelah berhasil mengambil uang dari dalam tas Maria Wati, pelaku berpura-pura masuk ke dalam Ginza Mode. Hanya beberapa langkah, kemudian dia berbalik arah, dan keluar dari toko pakaian bersama anak kecil tadi.

Kerja cepat pelaku perempuan dan anak kecil ini, mengesankan bahwa keduanya sudah cukup lama menjalankan operasi niat jahat.

Lapor Polisi
Usai bersama sejumlah anggota SatIntel Polres Sikka menyaksikan rekaman CCTV pada Ginza Mode, Maria Wati langsung menuju Mapolres Sikka.

Dia melaporkan kasus pencurian tersebut, dengan harapan aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku, dan uang hasil jerih payahnya bisa dikembalikan.*** (eny)

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA