

Maumere-SuaraSikka.com: Maria Wati, seorang petani di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT, mengalami nasib apes persis pada peringatan Hari Buruh Sedunia, Senin (1/5).
Bagaimana tidak! Dia baru saja menjual 85 kilogram beras terdiri dari 40 kilogram beras hitam dan 45 kilogram beras merah. Ini adalah hasil panen dari usaha dan kerja keras dia bersama suami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Uang hasil penjualan beras berjumlah Rp 1,5 juta, ditambah uang pribadi Rp 350.000 kemudian disimpan rapi di dalam tas gantung berwarna hitam miliknya.
Menurut rencana, dari uang yang ada, sedikitnya akan digunakan untuk belanja pakaian sambut baru bagi anak bungsunya yang akan menerima Komuni Suci Pertama pada pertengahan Juni mendatang.
Usai menjual beras pada salah satu toko di Pasar Tingkat, Maria Wati bergegas menuju Ginza Mode. Kebetulan toko pakaian ini letaknya tidak jauh dari Pasar Tingkat. Apalagi di tempat ini sedang ada obral harga pakaian.
Perempuan 6 anak ini tiba di Ginza Mode pukul 10.42 Wita. Dia langsung mencari-cari celana panjang yang cocok untuk anaknya. Pajangan pakaian obral terletak di pelataran depan Ginza Mode.
Saat itu banyak sekali pengunjung yang ramai mencari pakaian dengan harga murah. Sebagian besar pengunjung adalah perempuan dewasa dan gadis-gadis remaja.
Mulanya Maria Wati melihat-lihat pada bagian utara tempat pajangan pakaian obral. Setelah itu dia berpindah ke bagian selatan. Maria Wati berdiri persis di dekat pintu masuk Ginza Mode.
Dia berhasil mendapatkan 4 potong celana pendek yang dianggapnya sangat cocok dipakai anaknya sebagai pakaian pengganti pada momen penting Komuni Pertama.
Maria Wati lalu melangkah menuju tempat pembayaran, sambil mengecek uang yang ada di dalam tas.
Mendadak perempuan ini menjerit histeris. Ternyata tas gantung berwarna hitam dalam posisi terbuka, dan uang sudah raib.
Pelaku Perempuan
Rekaman CCTV di Ginza Mode menggambarkan jelas seorang perempuan yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian.
Perempuan ini tiba di Ginza Mode ketika Maria Wati sedang asyik memilih-milih celana pada bagian selatan tempat pajangan obral pakaian.
Pelaku mengenakan baju daster, ditutup sebuah jaket berwarna coklat kehitaman. Dia muncul dari arah selatan, bersama seorang anak laki-laki yang mengenakan baju kaos berwarna kuning.
Berlagak sebagai pengunjung, anak kecil itu terlihat terlebih dahulu bergerak mendekati Maria Wati yang posisinya membelakangi mereka.
Setelah itu terlihat pelaku menempel ketat Maria Wati dari belakang. Jelas terlihat tangan kirinya menggerayangi tas hitam Maria Wati.
Setelah berhasil mengambil uang dari dalam tas Maria Wati, pelaku berpura-pura masuk ke dalam Ginza Mode. Hanya beberapa langkah, kemudian dia berbalik arah, dan keluar dari toko pakaian bersama anak kecil tadi.
Kerja cepat pelaku perempuan dan anak kecil ini, mengesankan bahwa keduanya sudah cukup lama menjalankan operasi niat jahat.
Lapor Polisi
Usai bersama sejumlah anggota SatIntel Polres Sikka menyaksikan rekaman CCTV pada Ginza Mode, Maria Wati langsung menuju Mapolres Sikka.
Dia melaporkan kasus pencurian tersebut, dengan harapan aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku, dan uang hasil jerih payahnya bisa dikembalikan.*** (eny)







Ikuti Kami
Subscribe












