


BABAK 8 Besar atau Perempatfinal Liga 3 ETMC 2003 baru akan dipertandingkan pada Senin (28/8). Empat partai hidup mati bakal berlangsung panas.
Tim tuan rumah Perserond Rote Ndao, disebut-sebut sebagai calon juara kali ini. Sejauh ini kualitas tim, boleh dibilang layak menuju champions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apalagi Perserond unggul dalam hal dukungan pemain keduabelas. Publik Rote Ndao sudah hampir pasti memadati lapangan pertandingan memberikan dukungan total kepada tim tuan rumah.
Catatan buat pendukung Perserond yakni harus menjadi tuan rumah yang ramah. Beberapa kali kasus lemparan botol air mineral ke dalam lapangan pertandingan, menggambarkan bahwa fans Perserond ternyata nakal-nakal juga.
Perserond butuh 3 step lagi menuju tangga juara. Langkah awal adalah menghadang laju Persim Manggarai, juara ETMC 2005. Ini pekerjaan besar.
Dua tim ini pernah bertemu tahun lalu di Kabupaten Lembata pada perebutan tempat ketiga Liga 3 ETMC 2022. Persim unggul 3-2, dan keluar sebagai juara ketiga.
Bentrok Perserond dan Persim di Lapangan CN Dillak dijadwalkan Senin (28/8) pagi. Tim tuan rumah sepertinya diistimewakan karena selalu bertanding di lapangan ini.
Pertemuan kali kedua antara dua tim ini, tentu lebih menarik. Bisa jadi Perserond mengusung misi balas dendam. Sementara Persim lebih kepada jaga gengsi.
Balas dendam versus jaga gengsi, sejatinya hanyalah padanan kata yang mengandung spirit untuk harus menang, dan tidak boleh kalah.
Persim lolos sebagai juara Grup B. Dan ini adalah satu-satunya tim yang mengoleksi nilai paling tinggi pada babak penyisihan. Nilai 7 hasil dari 2 kali menang dan 1 kali kalah.
Tim yang lain menjadi juara grup dengan maksimal poin 6. Ada yang hanya 5 poin bisa pimpin klasemen akhir.
Gengsi lain, yakni Persim menjadi satu-satunya tim 8 Besar yang belum pernah kalah, jika dibandingkan dengan 7 tim lainnya.
Perserond dilumat Persami Maumere 0-3. Perseftim kalah 0-1 dari Persab Belu. Lalu PSN Ngada dilibas 0-2 oleh Persebata Lembata.
Persebata sendiri kalah 0-1 dari Nirwana FC. Bintang Timur FC dijinakkan 0-1 oleh Perserond. Lalu BMP Flotim kalah derby 0-1 dari Perseftim, dan BMU Alor Pantar disikat Persim 0-3.
Dengan dua modal ini, Persim menatap yakin kemampuan mereka menghentikan langkah tim tuan rumah.
Yulius Tiwu, striker bertubuh pendek, sudah bisa berlaga lagi, usai diganjar kartu merah. Dia bakal menjadi peluru di lini depan. Koleksi 3 gol, semakin menguatkan ambisinya untuk menjebol gawang Indra Motong.
Berbeda dengan lawannya, Perserond justeru kurang meyakinkan pada babak penyisihan. Dua pertandingan awal hanya unggul tipis saja. Banyak sekali peluang yang tidak bisa dimaksimalkan.
Hasil dua kemenangan ini membuktikan bahwa susah juga bagi Perserond untuk menang di markas.
Dukungan publik yang begitu hebat, masih belum ampuh mengangkat motivasi bertanding.
Malah tim tuan rumah terpuruk di kaki Persami pada laga terakhir penyisihan. Satu persatu pendukung mulai tinggalkan lapangan pertandingan ketika Perserond tidak bernyali.
Memang pertandingan laga terakhir sudah tidak menentukan, karena apapun hasilnya Perserond sudah pasti melangkah ke babak berikut. Tapi pendukung Perserond tidak pingin tim kebanggaan mereka takluk. Tidak ada alasan Perserond kalah.
Apalagi ada jalur peringkat ketiga terbaik, semakin membuat Perserond tetap nyaman meskipun kalah dari Persami.
Justeru Perserond bangkit di babak 16 Besar ketika rematch dengan Persami. Hasilnya tidak tanggung-tanggung. Tim tuan rumah membayar tuntas strategi “mengalah” pada laga terakhir.
Nah, laga Perserond dan Persim tentu saja enak ditonton. Strategi dan taktikal arsitek tim, menjadi harga mati.
Agus Thandur, Pelatih Kepala Persim, tentu sudah punya racikan khusus menjegal duet striker Perserond yang kalam tapi pasti. Bola-bola atas selalu jadi santapan empuk striker jangkung milik Perserond.
Perserond memang kehilangan Jhony Lumba, Doktor Olah Raga yang menjadi Pelatih Kepala. Jhony Lumba ditunjuk sebagai Pelatih Tim Popnas NTT.
Tapi Perserond punya Dedi Seme, yang selama ini menjadi Asisten Pelatih. Dia tidak bisa dianggap remeh. Laki-laki ini punya jam terbang yang bagus.
Dalam 6 edisi terakhir, tim tuan rumah selalu sukses tampil di partai puncak. Kecuali Persebata Lembata tahun lalu, semua tim tuan rumah berhasil naik podium dan angkat tropi bergilir.
Bagaimana dengan Perserond? Mereka memikul beban yang besar. Kalah di-bully, menang dipuji. Begitulah jika bermain di markas. Tidak mudah.*** (vicky da gomez)















