Jumat Keramat Buat HS dan IS

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 9 September 2023 - 07:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 76 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

JUMAT 8 September 2023 Kejaksaan Negeri Sikka menetapkan HS mantan kadis PKO dan IS staf programer data guru di Dinas PKO sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana sertifikasi guru negeri dan swasta di Dinas PKO Sikka.

Perbuatan korupsi yang merendahkan martabat ASN di segenap jajaran birokrasi dari pusat sampai di daerah sudah menjadi “habit”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anehnya tidak pernah jera. Padahal dampak negatif perbuatan korupsi sangat berbahaya sebagai ASN karena berujung PHK.

Kejaksaan Negeri Sikka sudah on track menetapkan HS dan IS. Karena ratio legis dari tindak pidana korupsi sebagai delik pidana khusus dan pencurian dalam pidana umum sangat berbeda.

Jika ketika seseorang dituduh mencuri uang, dan orang itu membuktikan bahwa dirinya tidak mencuri, maka orang yang dituduh tidak bisa dijadikan tersangka. Itu artinya penyidik harus cari pelaku sesungguhnya.

Lain halnya dengan tindak pidana korupsi. Bicara korupsi adalah bicara kewenangan yang penggunaannya disalahgunakan diatur dalam Pasal 3, dan tindakan melawan hukum  (peraturan) diatur dalam Pasal 2 UU Tipikor yang mengakibatkan kerugian negara.

Sehingga ketika HS mengatakan tidak ambil uang, dan berupaya mengalihkan opini publik Sikka bahwa dirinya adalah korban fitnah IS. Lalu dia membuat narasi di media online bahkan membuat laporan di Polres Sikka atas perbuatan fitnah IS terhadap diri.

Atas dasar pernyataan IS, uang diserahkan sekali di kantor dan rumah HS sehingga mendapat upah senilai Rp 52 juta lebih.

Fakta hukum tersebut terlihat jelas HS diduga dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor.

Pasal 2 dengan fakta hukum uang dana sertifikasi guru harusnya dibayar nontunai (langsung) ke rekening para guru, oleh HS tanda tangan cek lalu perintahkan Bendahara Pengeluaran untuk cairkan, dan diberikan kepada IS.

Pasal 3 UU Tipikor, fakta hukumnya uang tersebut diambil IS Rp 52 juta lebih atas jasanya mengantar ke HS.

Rangkaian perbuatan tersebut, terlihat jelas ada mens rea (niat jahat) actus reus (perbuatan) serta meeting of minds (kesepahatan berpikir) dari HS,  IS serta Irma.

Konsep tindak pidana korupsi bukan yang makan uang negara dijadikan tersangka, tetapi  ASN melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang dan melawan peraturan sehingga mengakibatkan adanya kerugian negara.

Hal ini disebut korupsi adalah delik materiil yang sifatnya negatif.

Peristiwa penggelapan dana sertifikasi sampai makan korban HS dan IS adalah warning serius buat segenap ASN Sikka. Bekerjalah berdasarkan kewenangan dan peraturan jangan sung seng poi alias sembarang saja.

Atas dasar logika hukum ini catatan serius buat bagi Kepala Dinas, PPK, Pokja, Bendahara, Perencana,  Kontraktor di Sikka. Kerjalah berdasarkan kewenangan dan peraturan. Jangan neko-neko alias aneh aneh. Terkhusus PPK dan Bendahara peluang besar dijadikan tumbal tindak pidana korupsi.

Artinya, jika dalam pengerjaan proyek sudah ada penetapan pemenang tender, ternyata atasanmu minta lebih dulu jatah uang proyek, jangan ladeni.

Jika atasan tetap memaksa segera sebaiknya kembalikan SK pengangkatan sebagai PPK dan bendahara.

Sebab ketika proyek bermasalah serta terendus aparat penegak hukum, bersiaplah diperiksa, ditetapkan tersangka, terpidana, maka nasib ASN kiamat.

Profisiat Kajari Sikka serta jajarannya, atas prestas hari ini. “Jumat keramat” buat HS dan IS.***

Ditulis oleh Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya Surabaya

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Berita Terbaru