


Maumere-SuaraSikka.com: Bandara Frans Seda di Maumere Kabupaten Sikka masih ditutup menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flotim.
Hingga Rabu (3/1) hari ini, sudah 3 hari Bandara Frans Seda ditutup. Ratusan penumpang diberi opsi untuk mengubah jadwal penerbangan menurut ketentuan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bandara Frans Seda Maumere Partahian Panjaitan, Rabu (3/1), menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan kapan Bandara Frans Seda Maumere akan dibuka kembali.
Untuk membuka kembali Bandara Frans Seda Maumere, jelas dia, paling tidak harus didukung 2 hal mendasar.
Pertama, harus ada surat dari BMKG yang menyatakan bahwa ruang udara di sekitar Bandara Frans Seda tidak lagi terdampak abu vulkanik.
Dan kedua, didukung pengujian pada landasan Bandara Frans Seda, dengan hasil negatif.
“Kalau sudah seperti itu, kita segera lapor ke Kepala Wilayah Bali untuk kemudian dilakukan cancel note up, artinya bandara dibuka kembali,” jelas Partahian Panjaitan.
Partahian Panjaitan menjelaskan pagi tadi pihaknya sempat melakukan pengujian landasan Bandara Frans Seda. Hasilnya, kata dia, masih menunjukkan positif.
“Artinya abu vulkanik sudah sampai landasan Bandara Frans Seda,” jelas dia.
Dengan kondisi ini, lanjut dia, Bandara Frans Seda masih ditutup hari ini hingga pukul 17.30 Wita.
“Ada 10 penerbangan yang tertunda, dari dan ke
Kupang, Labuan Bajo dan Makasar. Sekitar 650-an penumpang terdampak,” jelas dia.
Data yang diperoleh media ini, 10 jadwal penerbangan yang tertunda yakni 8 penerbangan dengan Wings Air, dan 2 penerbangan dengan Nam Air.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












