Menuju Sikka Berkemajuan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 20 April 2024 - 10:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 571 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Proses pemilihan pemimpin yang amanah dan ideal tidak bisa dilakukan secara terisolasi. Keterlibatan publik adalah elemen kunci dalam memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan diakomodasi dalam proses Pilkada.

Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan, termasuk melalui diskusi publik, forum, dan debat, merupakan bentuk konkrit dari demokrasi yang sehat. Melalui keterlibatan langsung, masyarakat Kabupaten Sikka dapat secara aktif memilih pemimpin yang benar-benar mewakili kepentingan dan aspirasi mereka.

Namun, di tengah semangat untuk memilih pemimpin yang amanah, Kabupaten Sikka dihadapkan pada tantangan serius dalam bentuk budaya transaksional yang meresahkan.

Fenomena money politic telah merajalela, dan menjadi ancaman. Kehadiran uang seringkali menjadi penentu utama dalam pemilihan. Mentalitas ada uang, ada suara mempengaruhi dinamika ancaman Pilkada secara signifikan, dengan calon pemimpin yang memiliki sumber daya finansial yang melimpah dianggap memiliki keunggulan kompetitif.

Dampak dari budaya money politic yang memprihatinkan seperti yang disebutkan dapat sangat merugikan bagi kemajuan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Beberapa dampak dan akibat yang mungkin timbul. Pertama, Keterpurukan Moral dan Etika Politik.  Budaya money politic menciptakan lingkungan di mana nilai-nilai moral dan etika politik terkikis. Transaksi politik seperti membeli suara mengubah pemilihan pemimpin dari proses yang didasarkan pada integritas dan kompetensi menjadi proses yang diwarnai kepentingan pribadi dan finansial.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA