Indonesia gagal menunjukkan dominasinya meski punya keunggulan jumlah pemain. Mereka gagal membongkar permainan rapat Korsel di lini pertahanan. Tidak ada peluang tercipta pada babak pertama perpanjangan waktu.
Shin Tae-yong melakukan perubahan. Dia memasukkan Jeam Kelly Sroyer dan Arkhan Fikri untuk menggantikan Fajar Faturrahmam dan Ivar Jenner. Ramadhan Sananta juga masuk menggantikan Witan Sulaeman. Peluang matang Indonesia dapatkan pada menit ke-111 lewat Sroyer memanfaatkan bola muntah tendangan Justin Hubner. Namun, peluang kembali terbuang.
Pada menit ke-115, Indonesia dapat peluang lagi lewat Nathan Tjoe. Tendangan keras dari luar kotak pinalti melambung tipis di atas mistar gawang Korsel. Sananta mendapatkan peluang memanfaatkan umpan lambung Marselino. Namun, sundulan masih melebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Statistik pertandingan selama 120 menit menunjukkan dominasi Indonesia dalam penguasaan bola sebesar 52,9 persen berbanding 46,9 persen untuk Korsel. Indonesia menciptakan 20 peluang mencetak gol, lima di antaranya tepat sasaran. Korsel memiliki delapan peluang dan hanya dua yang mengarah ke gawang. Tidak ada gol tercipta hingga babak perpanjangan waktu selesai.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












