“Ini luar biasa sekali. Kami baru sadar ternyata lahan tidur bisa berubah menjadi pendapatan jika kami mengolah secara baik,” ujar dia.
Menurut Agustinus Mala, selama ini mereka hanya memanfaatkan lahan untuk menanam padi. Setelah selesai panen padi, lahan yang ada mereka sewakan ke petani asal Bima, menunggu hingga musim tanam tiba. Mereka sendiri menjadi kuli harian dan mendapatkan biaya sewa lahan secukupnya saja.
Biaya kuli harian dan sewa lahan tidur yang diterima paska panen padi, ternyata jauh berbeda jika mereka memanfaatkan sendiri lahan yang ada dengan budidaya bawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Balum lagi, tambah dia, bukan hanya menanam bawang, karena pada lahan yang sama, mereka juga menanam tanaman holtikultura lainnya seperti cabai, tomat, kol bunga, paria, dan lainnya.
“Selain bawang, kami masih bisa dapat pendapatan dari tanaman holtikultura yang lain,” ungkap Agustinus Mala.
Inovasi memanfaatkan lahan tidur paska panen padi, sebut dia, merupakan intervensi yang dilakukan Astrea Indonesia melalui Voni Francis selaku Fasilitator Bidang Pertanian dan Maritim. Voni Francis berbagi ilmu, kualifikasi, pengalaman, sekaligus memberi motivasi dan dorongan sehingga petani di Magepanda mendapatkan pendapatan lain dari lahan tidur.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












