Kasus Guru Brutal Aniaya Warga Brai Berujung Damai, Korban Cabut Laporan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 14 Juli 2024 - 13:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 816 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dan pelaku saling berdamai di Polres Sikka, Kamis (11/7)

Korban dan pelaku saling berdamai di Polres Sikka, Kamis (11/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus penganiayaan warga di Jalan Brai Kabupaten Sikka yang dilakukan oleh seorang oknum guru akhirnya berujung damai. Korban telah mencabut laporan kepolisian, Kamis (11/7).

Pencabutan laporan kepolisian dilakukan di Ruang Restorative Justice SatReskrim Polres Sikka, disaksikan langsung penyidik yang menangani perkara ini. Guru brutal yang diketahui bernama Antonius Hartanto Djehabut hadir saat itu didampingi istrinya.

Upaya damai dilakukan setelah pelaku yang adalah guru pada sebuah sekolah menengah atas di Kota Maumere secara tulus meminta maaf kepada Ricky Fibrianto Ratu Ga selaku korban dan keluarga. Pelaku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

“Saya mencabut laporan karena kami sudah menyelesaikan masalah ini secara damai dan kekeluargaan,” demikian disampaikan Ricky Fibrianto Ratu Ga, Sabtu (13/7) di Maumere.

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Karena sudah damai dan laporan telah dicabut, Ricky Fibrianto Ratu Ga memastikan di kemudian hari tidak akan menuntut atau mempersoalkan masalah penganiayaan tersebut.

Terhadap upaya perdamaian ini, Polres Sikka menerbitkan Surat Kesepakatan Perdamaian yang ditandatangani korban dan pelaku di atas meterai. Ikut membubuhkan tanda tangan sebagai saksi adalah ibu korban bernana Rahel Ratu Ga dan istri pelaku bernama Susana Fitriyati Poni Mondo.

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru