Kasus Guru Brutal Aniaya Warga Brai Berujung Damai, Korban Cabut Laporan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 14 Juli 2024 - 13:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 816 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dan pelaku saling berdamai di Polres Sikka, Kamis (11/7)

Korban dan pelaku saling berdamai di Polres Sikka, Kamis (11/7)

“Saya meminta maaf kepada korban dan orang tuanya atad kejadian ini, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut di kemudian hari, baik kepada korban maupun kepada pihak lainnya,” demikian pernyataan damai Antonius Hartanto Djehabut.

Sebagaimana diberitakan, seorang oknum guru salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Maumere diketahui menganiaya Ricky Fibrianto Ratu Ga alias Icky, Selasa (25/6) sekitar pukul 02.00 Wita. Korban adalah anak laki tuan rumah, tempat di mana guru asal Kabupaten Manggarai itu kontrak selama 1,5 tahun.

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Guru pegawai negeri dengan status kontrak itu, pertama kali memukul Icky dengan tangan kosong pada bagian wajah. Icky yang dalam keadaan mabok, kemudian terjatuh. Tidak ada perlawanan apa-apa.

Dalam kondisi terjatuh, guru tersebut menghujam pukulan berkali-kali ke bagian dada, rusuk dan perut. Guru yang sudah dibalut emosional itu juga melepas sebuah tendangan keras ke bagian kepala.

Akibat penganiayaan ini, korban mengalami memar pada bagian kepala, dan bengkak pada bagian rusuk. Keluarga langsung membawa korban ke RSUD TC Hillers untuk mendapatkan perawatan medis.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru