Ansy dan Inge diterima secara adat oleh warga Mukun. Tarian penyambutan menghadirkan kegembiraan sekaligus haru bagi Ansy dan Inge menyaksikan antusiasnya keluarga besar menerima kehadiran mereka.

Selek
Setelah seremoni penjemputan, Ansy dan Inge kemudian mengikuti rangkaian prosesi adat yang dalam Bahasa Manggarai disebut Selek. Ritual ini merupakan penyiapan seseorang untuk maju ke jenjang kepemimpinan tertentu.
Prosesi adat ini berlangsung selama lebih dari tiga jam. Acara diawali penerimaan secara adat di Kampung Pong Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para tokoh adat bersama kelompok masyarakat Mokel, Manus, Mukun, dan Deru kemudian mengarak Ansy dan Inge menuju mbaru gendang atau rumah adat Suku Mokel. Sebelum memasuki rumah adat, Ansy dan Inge terlebih dahulu menyalakan lilin dan berdoa di makam nenek moyang (empo) Suku Mokel.
Selanjutnya keduanya memasuki mbaru gendang Mokel mengikuti para tua adat. Acara diawali dengan kepok atau sapaan adat secara bergantian oleh para tongka (juru bicara) yang mewakili 4 kelompok masyarakat Suku Mokel.
Kemudian, acara berlanjut dengan doa adat yang dilangsungkan dengan menyertakan seekor ayam jantan sebagai persembahan. Doa ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Mori agu Ngaran) dan leluhur (Wura) untuk memberkati langkah politik Ansy.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












