Dari mbaru gendang Mokel, kegiatan berlanjut dengan doa bersama di makam keluarga besar Mukun. Kemudian rombongan kembali ke Pong Bali untuk berdoa di makam keluarga kandung Inge.
Puncak ritual Selek diadakan di rumah kelahiran Almarhum Walter Djalang, ayah Inge. Acara tersebut berupa pengenaan pakaian dan atribut adat Manggarai kepada Ansy dan Inge. Secara berurutan keduanya dipakaikan kain songke Manggarai serta songkok (peci) dan selendang songke Manggarai.
Usai ritual adat, kebersamaan itu ditutup dengan acara makan bersama ratusan warga yang hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mantan Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote hadir dan mengimuti seluruh rangkaian acara adat yang dijalani Ansy Lema. Dia menilai langkah Ansy untuk datang secara langsung ke mbaru gendang Mokel sebagai langkah yang tepat.
“Sudah benar kehadiran anak Ansy di sini. Itu artinya anak Ansy mengawali langkahnya dengan meminta restu leluhur dan keluarga besar. Selanjutnya adalah tanggung jawab kami untuk menjawab dengan dukungan bulat dari seluruh keluarga besar,” ujar Yoseph Tote.
Ansy Lema menikmati sungguh rangkaian panjang ritus adat yang dia jalani bersama istrinya. Dia mengaku bersama istrinya menjalani dengan penuh khidmat dan haru.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












