Atasi Krisis Air Bersih di NTT, Ansy Lema Bakal Temui Utusan Khusus PBB

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 6 Oktober 2024 - 14:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 162 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Gubernur NTT Ansy Lema tatap muka dengan masyarakat Kelurahan Naikoten I Kecamatan Kota Raja di Kota Kupang, Minggu pekan lalu

Calon Gubernur NTT Ansy Lema tatap muka dengan masyarakat Kelurahan Naikoten I Kecamatan Kota Raja di Kota Kupang, Minggu pekan lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Salah satu persoalan serius di Propinsi NTT adalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Akibatnya NTT rentan terhadap ancaman kekeringan.

Calon Gubernur NTT Yohanis Fransiskus Lema yang familiar disapa Ansy Lema, menyebut beberapa alasan yang menjadikan NTT krisis air bersih. Menurut dia, selain kerusakan ekosistem hutan, kondisi tersebut diperparah oleh musim kemarau yang berkepanjangan serta rendahnya curah hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibatnya, sejumlah wilayah masih sulit untuk mendapatkan akses air bersih,” ujar Ansy Lema saat tatap muka bersama masyarakat Kelurahan Naikoten I Kecamatan Kota Raja di Kota Kupang, Minggu (29/9).

Ansy Lema menaruh perhatian serius terhadap minimnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat NTT. Hemat dia, air bersih merupakan kebutuhan mendasar dan merupakan hak seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka

Terhadap persoalan ini, Ansy Lema ternyata punya langkah spektakuler. Terobosan awal yang dia lakukan yakni menemui Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk isu air, yaitu Retno Marsudi.

Retno Marsudi akan mulai bekerja sebagai Utusan Khusus untuk air pada tanggal 1 Nopember 2024 mendatang, setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri RI. Penunjukan ini merupakan sejarah karena Retno Marsudi adalah orang Indonesia pertama yang menjadi utusan khusus Sekjen PBB.

“Terhadap krisis air bersih di NTT saya coba carikan jalan keluarnya dari berbagai pendekatan. Saya akan temui Ibu Retno, dan membawa persoalan air bersih kepada Beliau, sekaligus untuk meminta bantuan,” ujar Ansy.

Politisi PDI Perjuangan ini beralasan bahwa Retno Marsudi memiliki kedekatan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sebagai kader PDI Perjuangan, Ansy Lema bakal menggunakan link itu untuk bertemu Retno Marsudi.

Baca Juga :  Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka

Cara lain untuk bertemu Retno Marsudi yakni dengan pendekatan historis. Ansy Lema menyebut Ende sebagai tempat lahirnya Pancasila. Ende hingga sekarang masih kesulitan mengakses air bersih.

“Ibu Retno dekat dengan Ibu Mega, demikian juga dengan saya. Saya yakin dapat bersama-sama tuntaskan persoalan air bersih di NTT,” ujar dia optimis.

Pada Pilgub NTT Tahub 2024, Ansy Lema berpasangan dengan Jane Natalia Suryanto. Pasangan calon nomor urut 1 ini memiliki 5 Program Manyala yang diyakini bisa membawa NTT lebih baik.*** (eny)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Koordinasi Dinas PKO dan Kemenag Sikka Tidak Efektif, Anggaran TPG THR dan Gaji 13 Kurang Rp 986 Juta Lebih
Hasil Audit Inspektorat Sikka, Fisik Puskesmas Tuanggeo Mentok di 55,79 Persen
Sikka dan Lembata Raih UHC Award Kategori Pratama
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Eselon 2, Delapan OPD Masih Kosong
Isu Rotasi Mutasi di Sikka Menguat, Pelantikan Dikabarkan Sebelum Tutup Tahun
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira Apresiasi Karya Jurnalistik Perspektif HAM
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru