Padongka di Pemana, Ritual Hanyutkan Bencana

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 Desember 2024 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 249 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ritual Padongka, menghanyutkan bencana, Jumat (13/12)

Suasana ritual Padongka, menghanyutkan bencana, Jumat (13/12)

Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan masyarakat Desa Pemana turun ke kawasan Pusi One, Jumat (13/12) lalu. Mereka beramai-ramai menggelar Padongka, sebuah ritual adat yang dipercaya secara turun-temurun.

Padongka digelar sebagai bentuk pelestarian budaya dan warisan leluhur. Tahun ini, pelaksanaan Padongka bertepatan dengan kegiatan Pemana Bahari Festival.

Satu buah perahu disiapkan sebagai media. Terlihat ada beberapa layar di bagian tengah dan belakang. Perahu ini memuat ratusan itul, semacam patung atau orang-orangan. Biasanya itul dibuat dari kayu, kain, atau kardus.

Perahu tanpa nahkoda itu kemudian dihanyutkan ke lepas pantai. Masyarakat Pemana percaya perahu tersebut akan menuju ke tempat baru tanpa penghuni.

Pemuka Adat Desa Pemana Haji Ibrahim mengungkapkan Padongka dapat diartikan sebagai menghanyutkan bencana. Ritual ini biasanya dikaitkan dengan kegiatan spiritual dan mistik.

Baca Juga :  Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Tergantung Kondisi Keuangan Daerah

Menurut dia, semua bentuk bencana atau bahaya terjadi atas kehendak Allah SWT. Dia menyebut misalnya bahaya penyakit, bencana alam, dan lain sebagainya, terutama hama tikus yang sering melanda Desa Pemana.

Berita Terkait

SMKS Yohanes XXIII Maumere Beri Beasiswa Pendidikan Khusus Bagi Siswa Baru
Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Tergantung Kondisi Keuangan Daerah
Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:06 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Beri Beasiswa Pendidikan Khusus Bagi Siswa Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:43 WITA

Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Tergantung Kondisi Keuangan Daerah

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:31 WITA

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Berita Terbaru