Padongka di Pemana, Ritual Hanyutkan Bencana

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 Desember 2024 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 260 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ritual Padongka, menghanyutkan bencana, Jumat (13/12)

Suasana ritual Padongka, menghanyutkan bencana, Jumat (13/12)

“Tentu tidak ada orang yang menginginkan musibah datang menimpa dirinya. Musibah bisa datang kapan dan di mana saja tanpa kita duga, untuk itu kita melakukan ritual menghanyutkan perahu yang mengangkut simbol hal negatif, perbuatan tidak baik, dengan maksud agar kita dihindarkan dari marabahaya atau bencana yang merugikan kita,” jelad Haji Ibrahim.

Dia menambahkan manusia tidak bisa menolak apapun yang telah ditakdirkan Allah. Karena itu umat Muslim dianjurkan untuk berikhtiar, berdoa, dan memohon keselamatan dari segala musibah.

Baca Juga :  Laga Perdana Piala Suratin, Nirwana Nagekeo Tantang Tuan Rumah Persami Maumere

Salah satu caranya yakni dengan melantunkan doa agar terhindar dari segala macam bencana, musibah, malapetaka dan berbagai hal buruk lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ritual Padongka diawali dengan  upacara Hekombi Kampo dengan Rhatibi atau berdoa. Para pemangku adat dan tokoh agama di Pemana selama 1 minggu berjalan keliling kampung sambil berdoa.

Baca Juga :  Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan

Selama ritual Hekombi Kampo berlangsung, masyarakat dilarang membunyikan kendaraan, musik dan melakukan aktifitas lainnya yang dapat mengganggu kesakralan ritual.

Hekombi Kampo mulai dilaksanakan pada Malam Jumat 5 Desember 2024 hingga Malam Jumat 12 Desember 2024. Setelah itu keesokan harinya digelar ritual Padongka.*** (eny)

Berita Terkait

Laga Perdana Piala Suratin, Nirwana Nagekeo Tantang Tuan Rumah Persami Maumere
Yohanes Tola Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028
Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere
Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi
Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:48 WITA

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Defri Ngo

Opini

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:27 WITA