Menurut Adeodatus Buang da Cunha, pembersihan rumah-rumah selanjutnya tidak mendapatkan perlawanan. Justeru sebaliknya warga kooperatif ikut membereskan sendiri barang-barang di dalam rumah.
“Pada umumnya seluruh rumah di area Pedang tidak mendapat perlawanan dari warga, malah warga kooperatif sehingga proses pembersihan berjalan lancar dan aman,” terang Adeodatus Buang da Cunha.
Setelah makan siang, tim eksekutor kembali melanjutkan kegiatan pembersihan di sekitar area Wairhek. Namun kali ini warga masyarakat melakukan perlawanan serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan warga mengadang gerak loader yang hendak merobohkan puluhan bangunan di tenpat itu. Bahkan sejumlah kaum perempuan tidak segan-segan menaiki baket alat berat sambil mengecam aksi pembersihan lahan.
Tim eksekutor pun kesulitan melakukan pembersihan. Akhirnya tim memutuskan untuk menghentikan kegiatan dan kembali ke Patiahu.
Kegiatan pembersihan lahan sudah direncanakan sejak lama. Kuasa hukum PT Krisrama Marianus Reynaldi Laka mengatakan jauh sebelumnya PT Krisrama telah memberikan imbauan melalui pengumunan di mimbar gereja dan stasi dalam wilayah Paroki Nangahale.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












