Masalah Tanah HGU di Sikka, Kepala Suku Soge: Kami Bertahan Sampai Mati!

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Januari 2025 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 5,676 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Suku Soge Natarmage Ignasius Nasi

Kepala Suku Soge Natarmage Ignasius Nasi

Tekad yang sama disampaikan Anastasia Dua, seorang perempuan asal Nangahale Doi yang menikah dengan lelaki keturunan Suku Soge Natarmage. Perempuan yang juga Ketua KBG ini memastikan akan tetap bertahan pada tanah warisan leluhur yang kini diklaim sebagai milik PT Krisrama.

“Saya sudah 20 tahun tinggal di Utan Wair, dan kami harus ambil semua tanah leluhur dari pantai sampai gunung,” ujar dia.

Hal senada disampaikan pasangan suami istri
Yulens Gobang dan Yosefina Andia, serta Fidentia Fin. Mereka mengaku akan tetap berjuang mempertahankan tanah warisan leluhur. Yulens Gobang merupakan anak dari Muhammad Yusuf Lewor Gobang, seorang tokoh yang dulu terkenal gigih berjuang mendapatkan tanah warisan leluhur.

Sementara itu bagaimana sikap Kepala Suku Runut Gobang Leonardus Leo, hingga kini belum diketahui. Leonardus Leo tidak hadir pada saat konperensi pers karena sedang ada kegiatan lain.

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Data yang dihimpun media ini, PT Krisrama berhasil merubuhkan 120 unit bangunan yang berada dalam 10 persil milik perusahaan tersebut. Bangunan yang dirubuhkan terdiri dari rumah permanen, pondok-pondo, kios, dan bengkel.

Adapun bangunan yang dirubuhkan yakno 113 unit di Pedan, 5 unit di Wairhek, dan 2 unit di Utan Wair. Meski demikian, menurut Ignasius Nasi masih terdapat ratusan bangunan berdiri tegak di Wairhek dan Utan Wair.

Berita Terkait

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru