Dia menambahkan setiap kali musyawarah bersama, Antonius Yohanis Bala selalu menggunakan kata-kata yang mengandung unsur provokasi.
“Masyarakat harus lawan Gereja dan Pemerintah, kerena tanah Nangahale-Patiahu adalah tanah ulayat , bukan tanah negara. Dia bilang juga segala sesuatu yang ditanam PT Diag atau PT Krisrama harus dicabut dan musnahkan,” demikian Lusia Loi mengutip kalimat provokatur Antonius Yohanis Bala.
Lusia Loi mengatakan masyarakat yang tidak tahu apa-apa merasa nyaman dengan pernyataan Antonius Yohanis Bala. Ketika PT Krisrama menanam belahan bambu cat berwarna merah pada 21 desember 2023, pihaknya mencabut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu juga hingga peristiwa terakhir ketika PT Krisrama menanam plang pada 29 Juli 2024, lalu masyarakat mencabut dan membakarnya.
“Ini berujung kepada masyarakat akar rumput masuk penjara,” ungkap dia.
Lusia Loi memastikan masyarakat yang masuk penjara, termasuk suaminya Bernadus Baduk tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan penipu mendapatkan keuntungan untuk pribadi dan keluarga.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












