Kekerasan Perempuan dan Anak di Sikka dan Ende, Ini Motif, Modus, dan Tren

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 12 Maret 2025 - 08:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 427 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator TRuK F Suster Fransiska Imakulata SSpS

Koordinator TRuK F Suster Fransiska Imakulata SSpS

Maumere-SuaraSikka.com: Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) Flores mencatat 127 korban kekerasan yang terjadi sepanjang tahun 2024 di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.

Dalam Catatan Tahunan (Catahu) 2024, Koordinator TRuK F Suster Fransiska Imakulata SSpS menyinggung motif, modus, dan tren yang terjadi pada kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2 kabupaten itu.

Menurut dia, setidaknya terdapat 4 motif, 4 modus, dan 2 tren yang mewarnai kekerasan terhadap perempuan dan anak. Motif, modus, dan tren, kata dia, mengakibatkan kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Motif
Motif kekerasan terhadap perempuan dan anak pada kasus ini, menurut TRuK F yakni faktor ekonomi, asmara, balas dendam, dan pendidikan.

Baca Juga :  Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Dari aspek ekonomi, Suster Fransiska Imakulata mengatakan kesulitan finansial sering kali mendorong eksploitasi perempuan dan anak, termasuk dalam kasus perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sementara dari aspek asmara, Suster Fransiska Imakulata memastikan relasi yang tidak sehat, seperti pacaran atau pernikahan yang penuh kontrol dan kekerasan, menjadi pemicu utama kekerasan emosional, fisik, dan seksual.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru