Selain itu, aspek balas dendam pribadi atau konflik keluarga kerap menjadi alasan pelaku melakukan kekerasan, baik secara langsung maupun melalui ancaman dan intimidasi.
Begitu juga rendahnya tingkat pendidikan menjadi faktor yang memperburuk kerentanan terhadap eksploitasi, khususnya dalam kasus perdagangan orang.
TRuK F menemukan sebagian besar korban perdagangan orang yang ditangani adalah laki-laki dengan latar belakang pendidikan rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Minimnya akses informasi dan kurangnya pemahaman mengenai hak-hak mereka membuat korban lebih mudah diperdaya dan dieksploitasi oleh jaringan perdagangan manusia,” ungkap Suster Fransiska Imakulata.
Modus Operandi
Suster Fransiska Imakulata menerangkan modus operandi kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sikka dan Ende mencakupi janji pernikahan, manipulasi media sosial, menawarkan uang atau barang berharga, dan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi.
Pada kasus janji pernikahan, sebut dia, pelaku menjebak korban dengan iming-iming keseriusan hubungan. Tetapi, hasil akhirnya berujung kepada kekerasan seksual atau eksploitasi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












