“Ketika dana Jasa Covid sudah tersedia tapi belum disalurkan, muncul pertanyaan mendasar, siapa yang memegang dana tersebut, dan ke mana saja dana itu bergerak selama 4 tahun terakhir?” tanya Yohanes Maro.
Dia menegaskan transparansi dan akuntabilitas adalah prasyarat mutlak dari legitimasi pengelolaan keuangan negara. Karena itu, kata dia, tidak cukup hanya membayar, tetapi juga diperlukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Jasa Covid, khususnya yang berkaitan dengan RSUD TC Hillers Maumere.
Menurut GMNI Sikka, audit dana Jasa Covid bukan hanya untuk menemukan penyimpangan, tapi juga untuk memastikan bahwa dana publik tidak dikelola secara sewenang-wenang atau berada dalam ruang abu-abu birokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tanpa audit, kecurigaan publik akan menjadi bara api ketidakpercayaan yang terus membesar,” ujar dia memberi sinyal.
Rombak Total Manajemen
Yohanes Maro menambahkan berlarutnya persoalan pembayaran Jasa Covid menunjukkan satu hal mendasar yakni manajemen RSUD TC Hillers Maumere tidak berfungsi secara profesional maupun etis.
“Ketidakmampuan mengawal proses administrasi, lemahnya komunikasi dengan pemerintah daerah, hingga nihilnya perlindungan terhadap hak tenaga kesehatan menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit ini bukan hanya butuh perbaikan, melainkan perombakan menyeluruh,” seru Yohanes Maro.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












