Residentie Timor en Onderhoorigheden bubar tahun 1949, dan wilayah-wilayahnya bergabung menjadi Negara Indonesia Timur (NIT). Kemudian tahun 1950 NIT berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga terbentuk Provinsi Sunda Kecil namun kemudian dibubarkan dan dimekarkan menjadi 3 provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Pembaca juga dapat mengetahui kisah pendudukan Jepang di wilayah Keresidenan Timor dan pulau-pulaunya. Sementara wilayah Timor Portugis yang seharusnya menjadi daerah netral juga tidak luput dari pendudukan Jepang.
Penulis juga membedah gagalnya proses dekolonisasi Timor Portugis hingga masuknya militer Indonesia ke Timor Portugis, yang “mengesahkan” Timor Portugis oleh Pemerintah Indonesia menjadi Provinsi Timor Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini sengit ditentang oleh Pemerintah Portugal melalui “perang diplomasi” bertahun-tahun hingga berujung pada referendum rakyat Timor Timur tahun 1999, dan menjadikan wilayah tersebut negara berdaulat saat ini.
Buku ini juga memuat sejumlah perjanjian antara Portugis dan
Belanda di Timor dan Kepulauan Solor (Flores) sejak tahun 1893 hingga kedua pihak bersepakat untuk mengajukan sengketa perbatasan darat pulau Timor ke Mahkamah Tetap Arbitrase Internasional tahun 1914.
Sejumlah Kapten Perang sejak tahun 1521 hingga gubernur kolonial Portugis di Provincia Timor e Solor (1859), pejabat Keresidenan Timor dan pulau-pulaunya sebelum dan setelah penandatanganan Perjanjian Lisbon tahun 1859 dimuat lengkap dalam buku ini.


Ikuti Kami
Subscribe












