

Maumere-SuaraSikka.com: Fransisco Soares Pati, pria asal Kabupaten Sikka kesehariannya dikenal sebagai seorang pengacara. Dia cukup familiar dalam profesi ini, terutama kemampuan dan totalitas dalam membela klien-kliennya.
Dalam kesibukannya sebagai lawyer, ternyata dia juga penikmat literasi. Baru-baru ini dia menerbitkan sebuah buku dengan judul Perjanjian Lisbon Tahun 1859 dan Akibatnya bagi Pulau Timor, Flores, Solor dan Sekitarnya (1847-2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buku setebal 321 halaman itu tidak lahir begitu saja. Sisko Pati harus terjun melakukan penelitian selama 2 tahun (2022-2024). Tidak heran kalau menelusuri dinding Facebook-nya, selalu ada informasi yang menggambarkan dia sedang berada di Republik Timor Leste.
“Penelitian memakan waktu 2 tahun. Beberapa dokumen harus saya dapatkan dengan izin dari Archivo Historia Ultramarina (AHU) di Lisbon Portugal. Referensi lainnya saya dapatkan dari jejaring pertemanan di Portugal, Spanyol, dan Brasil,” jelas dia.
Sinopsis
Dari sinopsis yang diberikan Sisko Pati, dia menyebut hasrat besar menulis buku sejarah ini, berangkat dari sebuah dokumen berbahasa Portugis dan Prancis yang untuk pertama kalinya dirilis Lisboa Imprensa Nacional Portugal (Lembaga Pers Nasional Portugal) pada tahun 1861. Dokumen ini, kata dia, telah membuka lembaran sejarah kolonial Portugis dan Belanda mengenai status kepemilikan kedua belah pihak di insulindias ilhas (Kepulauan Nusa Tenggara).
Menurut dia, dokumen tersebut tidak banyak diketahui generasi saat ini baik di Nusa Tenggara Timur, Indonesia maupun di Timor Leste. Dokumen tersebut bernama Tratado de Demarcagao e Troca de Algumas Possessoes Portuguesas e Neerlandezas No Archipelago de Solor e Timor yang artinya Perjanjian Demarkasi dan Pertukaran Beberapa Kepemilikan Portugis dan Belanda di Kepulauan Solor dan Timor.


Ikuti Kami
Subscribe












