Gagal Jadi Diplomat, Pengacara Ini Menulis Buku Sejarah Kolonial Portugis

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 17 Mei 2025 - 18:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,897 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Namun hadirnya Perjanjian Lisbon tahun 1859 mengakibatkan pulau Flores, Solor sekitarnya mengalir ke sebuah anak sungai yang baru bernama Residentie Timor en Onderhoorigheden dan kini menjadi salah satu provinsi di Indonesia bernama Nusa Tenggara Timur (Portugis menyebutnya Nusa Tenggara Oriental dan Belanda menyebutnya Oost Nusa Tenggara),” ujar dia.

Sementara itu Timor Portugis yang berubah nama menjadi Timor Timur pasca masuknya militer Indonesia terus mengalir secara konsisten dan berada pada sungai sejarah-nya hingga mencapai kemerdekaannya pada tanggal 20 Mei 2002 dengan nama resmi Republica Democratica de Timor Leste.

Baca Juga :  Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Sisko Pati menyadari bahwa buku tersebut tidaklah sempurna. Namun demikian, kata dia, terlepas dari ketidaksempurnaannya, setidak-tidaknya buku ini dapat dijadikan sebagai referensi akademis bagi pelajar/mahasiswa, para peneliti dan akademisi baik di Timor Leste maupun di Indonesia untuk melakukan studi lebih lanjut tentang relasi sejarah kolonial Portugis di Timor Leste dengan Pulau Flores dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menambahkan buku ini mendapat sambutan hangat dari Profesor Eri Seda seorang Guru Besar Sosiolog UI, yang adalah putri mendiang Frans Seda. Selain itu dia juga menerima apresiasi dari Antonio Salgado, salah satu pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi Portugal yang bertugas di Suai Timor Leste. Sebelumnya Antonio Salgado bertugas di Mozambik.

Baca Juga :  Sekda Sikka Alfin Parera Mendadak Diganti, Bupati: Sudah Sesuai Aturan Kepegawaian

“Dia ingin menjajaki kerja sama alih bahasa karya tulis ini dari bahasa Indonesia ke bahasa Portugis,” ujar Sisko Pati.

Gagal Diplomat
Sisko Pati mengaku memiliki minat besar di bidang sejarah kolonial Portugis. Dia beralasan, selain jati diri orang Flores banyak terbentuk dari jejak kolonial seperti agama, bahasa, budaya, nama dan marga, juga kemampuan berbahasa Inggris, Spanyol dan Portugis.

Berita Terkait

Sekda Sikka Alfin Parera Mendadak Diganti, Bupati: Sudah Sesuai Aturan Kepegawaian
Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028
Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit
Laga Perdana Piala Suratin, Nirwana Nagekeo Tantang Tuan Rumah Persami Maumere
Yohanes Tola Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028
Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA