Gagal Jadi Diplomat, Pengacara Ini Menulis Buku Sejarah Kolonial Portugis

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 17 Mei 2025 - 18:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,943 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Namun hadirnya Perjanjian Lisbon tahun 1859 mengakibatkan pulau Flores, Solor sekitarnya mengalir ke sebuah anak sungai yang baru bernama Residentie Timor en Onderhoorigheden dan kini menjadi salah satu provinsi di Indonesia bernama Nusa Tenggara Timur (Portugis menyebutnya Nusa Tenggara Oriental dan Belanda menyebutnya Oost Nusa Tenggara),” ujar dia.

Sementara itu Timor Portugis yang berubah nama menjadi Timor Timur pasca masuknya militer Indonesia terus mengalir secara konsisten dan berada pada sungai sejarah-nya hingga mencapai kemerdekaannya pada tanggal 20 Mei 2002 dengan nama resmi Republica Democratica de Timor Leste.

Baca Juga :  SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Sisko Pati menyadari bahwa buku tersebut tidaklah sempurna. Namun demikian, kata dia, terlepas dari ketidaksempurnaannya, setidak-tidaknya buku ini dapat dijadikan sebagai referensi akademis bagi pelajar/mahasiswa, para peneliti dan akademisi baik di Timor Leste maupun di Indonesia untuk melakukan studi lebih lanjut tentang relasi sejarah kolonial Portugis di Timor Leste dengan Pulau Flores dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menambahkan buku ini mendapat sambutan hangat dari Profesor Eri Seda seorang Guru Besar Sosiolog UI, yang adalah putri mendiang Frans Seda. Selain itu dia juga menerima apresiasi dari Antonio Salgado, salah satu pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi Portugal yang bertugas di Suai Timor Leste. Sebelumnya Antonio Salgado bertugas di Mozambik.

Baca Juga :  Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

“Dia ingin menjajaki kerja sama alih bahasa karya tulis ini dari bahasa Indonesia ke bahasa Portugis,” ujar Sisko Pati.

Gagal Diplomat
Sisko Pati mengaku memiliki minat besar di bidang sejarah kolonial Portugis. Dia beralasan, selain jati diri orang Flores banyak terbentuk dari jejak kolonial seperti agama, bahasa, budaya, nama dan marga, juga kemampuan berbahasa Inggris, Spanyol dan Portugis.

Berita Terkait

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores
SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta
Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira
PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar
Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 Magnitudo
Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 07:59 WITA

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WITA

Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira

Senin, 14 September 2026 - 18:22 WITA

PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito tengah memberikan keterangan pers di Cimahi, Rabu (16/9)

Nasional

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WITA